Categories: Feature

Korban PHK yang Kini Jadi Juragan Ekspor: Fatta Sukses Terbangkan Kreasi Kayukuu ke 24 Negara

Ketika badai pandemi Covid-19 menghantam dunia pada tahun 2020 silam, jutaan orang harus kehilangan mata pencaharian, termasuk Fatta Yasin M. Namun, bagi pria asal Boyolali ini, keputusan pahit pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diterimanya tidak menjadi akhir dari segalanya. Di tengah situasi serbasulit, ia justru berhasil membalikkan takdir lewat sepotong kayu dan sebongkah kreativitas.

DARI garasi rumahnya di Dusun Belik RT 01/RW 08, Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Fatta merintis sebuah usaha dekorasi bernama Kreasi Kayukuu. Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini sukses melanglang buana, menghiasi dinding rumah-rumah di 24 negara, termasuk kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Perjalanan Fatta merajut sukses tidaklah instan, melainkan dipenuhi dengan air mata dan keputusan-keputusan judi yang berisiko tinggi. Berbekal hobi menggambar, ia mengajak seorang tetangga dekat untuk memproduksi kaligrafi kayu dengan tujuan awal mempercepat proses produksi lewat bantuan teknologi komputer.

Langkah pertamanya langsung disambut ujian berat. Modal tabungan puluhan juta rupiah yang ia miliki habis terkuras untuk membeli mesin pahat otomatis alias CNC (Computer Numerical Control) seharga Rp20 juta. Sialnya, mesin pertama tersebut ternyata tidak kuat dan gagal memotong bahan kayu sesuai spesifikasi yang diinginkan.

“Saat itu modal habis dan mesin tidak bisa dipakai memotong kayu. Selama berbulan-bulan, pendapatan kami sangat minim. Bahkan, rekan kerja saya sempat hanya bisa diberi upah Rp50 ribu per minggu. Alih-alih menyerah, mesin itu saya putar otak untuk memproduksi kerajinan berbahan kertas terlebih dahulu,” kenang Fatta saat ditemui di rumah produksinya, Sabtu (13/6/2026).

Titik balik perjuangan Fatta terjadi ketika ia mulai membuka diri dengan mengikuti pelatihan niaga daring (marketplace). Dari hasil penjualan kerajinan kertas yang ditabung sedikit demi sedikit, ia akhirnya mampu melakukan pemutakhiran teknologi. Kini, dari yang semula bermodal satu mesin rawan rusak, Kreasi Kayukuu telah bertransformasi memiliki delapan unit mesin produksi modern.

Page: 1 2 3

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Legislator Dorong Orang Tua Awasi Anak Beraktivitas

Memasuki puncak musim kemarau, kondisi sungai di Kabupaten Murung Raya terlihat lebih tenang dengan air…

13 minutes ago

Palangka Raya Raih Nilai Maturitas 96,5 Sebagai Calon Percontohan Kota Antikorupsi 2026

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mencatat nilai maturitas sebesar 96,5 dari skala 100 dalam penilaian…

2 hours ago

Kekurangan Air Hambat Pemadaman Karhutla, BPBD Palangka Raya Bangun Sumur Bor

Karhutla Palangka Raya masih terjadi di sejumlah wilayah selama musim kemarau. Sehingga BPBD Kota Palangka…

3 hours ago

Diduga Sengaja Dibakar, Kebakaran Lahan di G. Obos 24 Palangka Raya Sisakan Barang Bukti Karet Ban

Insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kali ini melanda kawasan Jalan G. Obos 24, Kota…

4 hours ago

Tingkatkan Kewaspadaan Bersama! Pengaruh El Nino Membuat Potensi Karhutla Semakin Besar

Masyarakat Kota Palangka Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi…

5 hours ago

Gado-Gado Siram Khas Surabaya

Gado-gado merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang cukup mudah ditemukan di berbagai daerah. Hidangan…

7 hours ago