
Zakiah (39) saat menunjukan posisi bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah usai dilahap sijago merah, Senin (13/7). (Foto : Heri/Prokalteng.co)
Asap masih mengepul tipis di sela-sela puing yang hangus di Gang Sari, Palangka Raya, saat Zakiah (39) berdiri tertegun menatap posisi bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah usai dilahap sijago merah. Di hadapannya tak lagi ada rumah tempat ia membesarkan keempat anaknya. Yang ada hanya sisa arang dan kenangan, namun di pelukannya, nyawa yang paling berharga tetap utuh.
HERI MUKTI, PALANGKA RAYA
Musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan di kawasan Gang Sari kemarin, menyisakan duka mendalam dan kisah dramatis bagi keluarga korban. Zakiah (39), harus merelakan seluruh harta bendanya ludes menjadi abu dalam hitungan menit, usai berjuang menyelamatkan nyawa anak bungsunya dari kepungan api.
MUSIBAH kebakaran yang melanda kawasan itu pada Minggu (12/7/2026) berlangsung begitu cepat. Seolah hanya dalam kedipan mata. Zakiah masih gemetar menceritakan detik-detik mencekam itu kepada awak media, Senin (13/7/2026).
Musibah itu, menyisakan duka mendalam dan kisah dramatis bagi keluarga korban. Zakiah misalnya, ia harus merelakan seluruh harta bendanya ludes menjadi abu dalam hitungan menit, usai berjuang menyelamatkan nyawa anak bungsunya dari kepungan api.
“Awalnya saya sedang tidur, tiba-tiba anak saya berteriak dari ruang tamu: ‘Mak, api! Ada api, Mak!'” ceritanya dengan suara berat.
Seketika ia segera berlari ke dapur, dan nyawanya serasa berhenti sejenak. Terlihat kobaran api sudah membesar dari bagian atap plafon, merambat cepat ke seluruh ruangan.
Dengan panik ia pun berlari keluar meminta bantuan, namun jalanan sepi tak ada orang yang lewat. Saat asap mulai menyesakkan, tiba-tiba hatinya terkejut. Dia lupa Daus, putra bungsunya yang baru berusia 6 bulan, masih tertidur pulas di ayunan kamar.
Tanpa berpikir panjang, tanpa mempedulikan bahaya yang mengancam nyawa, Zakiah berbalik arah. Ia menerobos kepungan asap tebal dan lidah api yang sudah menjulang di pintu, berlari sekuat tenaga menuju kamar. Ia meraih tubuh mungil yang masih terlelap itu, lalu berlari kembali keluar secepat kilat.
Page: 1 2
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto, meminta rencana penggabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)…
Usai insiden pembakaran oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), bangkai pesawat PK-RCY milik AMA Air dievakuasi…
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memproses rencana perampingan organisasi perangkat daerah (OPD) yang diproyeksikan terealisasi…
Kehadiran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai tak akan efektif…
Kementerian Kehutanan bersama Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah melakukan patroli udara di wilayah Kabupaten Pulang Pisau…
Pengamat Ekonomi Suherman Juhari menilai kritik terhadap Program Kopdes Merah Putih merupakan hal yang wajar…