“Saya tahunya pingsan, karena curiga, istri koq gak masuk-masuk kerumah habis buang sampah, saya susul ke belakang dan mendapati istri sudah tergeletak ditanah,” imbuhnya.
Dengan dibantu tetangga sekitar, Abimanyu membawa istrinya masuk kedalam rumah. Wajah Stefani, istrinya terlihat sangat shock, pucat dan belum mampu bicara.
Malam itu, akhirnya mereka sementara tidur dirumah mertua di kawasan Tlogosari.
Atas saran mertuanya, keesokan paginya mereka mendatangkan Kyai untuk “membersihkan” rumahnya dari makhluk-makhluk halus yang meneror mereka.
“Yah atas saran bapak mertua, besoknya kami undang pak Kyai untuk memimpin doa dirumah dan diikuti tetangga sekitar,” jelasnya.
Sejak itu,tambah Abimanyu, gangguan makhluk tak kasat mata dirumahnya, sudah tidak pernah terjadi lagi.
“Alhamdulillah sudah tidak diganggu lagi,” katanya.
Meski sempat mengalami teror makhluk halus, Abimanyu mengaku tidak pernah menanyakan ke tetangganya kenapa rumah yang ditempatinya angker.
“Gak kepo, gak pengen tahu, yang penting sudah aman, gak ada lagi yang ganggu,” pungkas Abimanyu mengakhiri obrolan dengan RadarSemarang.ID. (sls/jpg)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan, dukungan penuhnya terhadap rencana pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran…
DPRD Kalimantan Tengah menyambut positif rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan dan berharap…
DPRD Palangka Raya meminta pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi menyusul dugaan korupsi di…
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, kembali mengingatkan pentingnya disiplin bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan…
Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggabungkan peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Barito Utara dengan Hari Ulang…
BPS Kota Palangka Raya menyiapkan 222 petugas lapangan yang akan mendata seluruh pelaku usaha dan…