Namun, anehnya suara-suara aneh, mulai terdengar sejak malam itu. Suara seperti kursi diseret, piring dan gelas yang seperti bertumbukan atau suara orang yang sedang membikin minuman di dapur.
“Pernah saya dengar, suara orang seperti sedang mengaduk minuman, waktu saya cek ke dapur, tidak ada siapa-siapa,” tuturnya.
Sampai suatu malam, sekitar pukul dua dinihari, Stefani istrinya membangunkan dirinya. Wajahnya pucat pasi dan badannya sedikir gemetar ketakutan.
“Dia melihat seorang perempuan berdiri di depan pintu kamar, pakai kebaya kusam warna putih, rambutnya panjang tapi wajahnya tidak begitu jelas,” kata Abimanyu menggambarkan sosok perempuan yang dilihat istrinya.
Awalnya, istrinya mengira mengira ada orang masuk rumah. Saat lampu dinyalakan, sosok itu langsung menghilang.
Semula Abimanyu tidak percaya dengan apa yang diceritakan istrinya itu. Sampai akhirnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Ketika tengah menyelesaikan kerjaan kantor, sekitar pukul satu dinihari, dia mendengar suara langkah dilorong rumahnya.
“Tok… tok… tok…suaranya jelas sekali, kayak orang jalan tapi gak pake alas,” ungkap Abimanyu.
Curiga suara itu adalah pencuri yang akan masuk ke rumahnya, Abimanyu membuka pintu samping rumahnya secara perlahan-lahan.
Saat pintu terbuka itulah, dia melihat sosok perempuan berdiri membelanginya. Bentuknya mirip yang diceritakan istrinya, rambut panjang sepinggang, berbaju kebaya putih yang sudah kusam.
“Dari pantulan kaca samping rumah, saya bisa melihat meski tidak terlalu jelas, wajah perempuan itu pucat banget dan matanya hitam pekat,” kata Abimanyu menggambarkan sosok yang dilihatnya itu.
Meski sempat kaget dan agak shock dengan penampakan yang dilihatnya, Abimanyu berusaha mengendalikan diri.
“Saya baca ayat kursi dan doa-doa lainnya dan langsung tutup pintu,” ucapnya.
Abimanyu langsung menutup pintu dan membaca doa sekuat-kuatnya.
Berbagai kejadian mulai dari penampakan dan suara-suara baik didalam rumah maupun luar rumah,tambah Abimanyu, terus meneror dia dan istrinya.
Puncaknya, saat istrinya selepas magrib hendak membuang sampah dibelakang rumah yang kebetulan berbatasan dengan kebun pisang dan terdapat beberapa pohon randu besar yang hanya berjarak beberapa meter dari pintu belakang rumahnya.
Ketika berjalan beberapa meter dari pintu belakang rumah dan hendak membuang sampah itulah, ungkap Abimanyu, langkah istrinya terhenti karena didepannya hanya berjarak tiga meter dihadang sosok menyeramkan.
“Saat jalan, persis didepan istri, ada nenek-nenek, katanya wajah seram banget, mukanya rata, tidak ada hidung, kelopak matanya hitam, kulitnya keriput. Memakai baju jaman orang dulu,” tuturnya.
Melihat penampakan menyeramkan persis didepannya, tambah Abimanyu, istrinya shock dan langsung pingsan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 12 kejadian kebakaran hutan dan…
Adhyaksa FC kembali menambah kekuatan untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Klub tersebut resmi memperkenalkan penjaga…
Sebuah rumah milik Mujiyanto di Jalan Supra, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya,…
PLN UPT Pontianak menggelar pelatihan mikoriza dan kompos di Desa Sendoyan untuk memperkuat pertanian berkelanjutan…
PLN UIP3B Kalimantan meraih Lestari Awards 2026 berkat program FREE Day yang berhasil membangun budaya…
Ribuan masyarakat memadati Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman, Jumat (24/7/2026) malam, untuk mengikuti Tablig Akbar…