
ilustrasi kapal di Selat Hormuz. Perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat menjadi pihak yang paling diuntungkan dari krisis Selat Hormuz karena memperoleh "keunggulan nonkompetitif". (Hum English)
PROKALTENG.CO-Perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) menjadi pihak yang paling diuntungkan dari krisis Selat Hormuz karena memperoleh “keunggulan nonkompetitif” serta peluang menjual pasokan dengan harga lebih tinggi, kata CEO Rosneft (perusahaan energi Rusia), Igor Sechin. Berbicara dalam acara St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Sechin mengatakan, ekspor hidrokarbon Amerika Serikat saat ini “memecahkan semua rekor”.
Mengutip perkiraan perusahaan konsultan energi Norwegia Rystad Energy, Sechin menyebut, perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat berpotensi meraih tambahan keuntungan lebih dari USD 60 miliar pada 2026 apabila harga minyak bertahan di kisaran USD 100 per barel.
“Tambahan penerimaan pajak dari sektor tersebut dapat mencapai sekitar USD 80 miliar,” tambahnya.
Sechin juga berpendapat bahwa Tiongkok lebih siap dibandingkan negara-negara lain dalam menghadapi potensi gangguan di Selat Hormuz berkat pendekatan yang menurutnya seimbang terhadap keamanan energi dan perencanaan negara jangka panjang.
Menurut Sechin, investasi Tiongkok dalam energi terbarukan dan infrastruktur transportasi berbiaya rendah telah menyediakan berbagai alternatif bagi konsumen, seperti kendaraan listrik, bus listrik, truk berbahan bakar gas, sistem metro, kereta listrik, dan taksi listrik.
Page: 1 2
Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi 1.494.652…
Wabup Barito Selatan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah karhutla selama musim kemarau.
Pemkab Barito Selatan mengapresiasi masyarakat Desa Bipak Kali yang terus melestarikan Ritual Adat Pemugaran Rumah…
DPRD Kota Palangka Raya mengapresiasi kinerja tim gabungan dalam penanganan karhutla serta mendorong penguatan upaya…
DPRD Palangka Raya mendorong merger sekolah untuk mengatasi kekurangan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.
BPS mencatat ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh 3,53 persen pada triwulan II 2026, didorong konsumsi pemerintah…