Categories: Ekonomi

Inflasi Kalteng September 2026 Tembus 5,02 Persen, Kapuas Tertinggi

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 5,02 persen pada September 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,51.

“Pada September 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan sebesar 5,02 persen dengan IHK sebesar 113,51,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Taufiqurrahman saat rilis pers di Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan Kapten Piere Tendean, Palangka Raya, Kamis (1/10/2026).

Kenaikan harga secara tahunan terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran yang menjadi komponen pembentuk inflasi di Kalimantan Tengah.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 8,18 persen, makanan, minuman dan tembakau 7,50 persen, serta transportasi 6,27 persen,” ujarnya.

Selain tiga kelompok tersebut, inflasi juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,77 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 2,66 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,54 persen.

“Tingkat inflasi bulanan atau month-to-month pada September 2026 sebesar 0,40 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 3,21 persen,” jelasnya.

Data BPS menunjukkan Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Kalimantan Tengah pada September 2026. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Sampit.

“Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 6,00 persen dengan IHK 114,65. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,21 persen dengan IHK 112,55,” ungkapnya.

Kota Palangka Raya sendiri mencatat inflasi tahunan sebesar 4,73 persen dengan IHK 112,83, sedangkan Kabupaten Sukamara mengalami inflasi sebesar 5,26 persen.

“Seluruh kabupaten dan kota sampel IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi secara tahunan pada September 2026,” lanjutnya.

Komoditas yang paling besar mendorong inflasi tahunan di Kalteng antara lain beras, emas perhiasan, ikan nila, bensin, cabai rawit, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga hingga solar. Sebaliknya, beberapa komoditas seperti daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras dan angkutan udara memberikan andil deflasi.

“Beras memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,87 persen, diikuti emas perhiasan 0,42 persen, ikan nila 0,35 persen dan bensin 0,33 persen,” tuturnya.

Secara bulanan, seluruh daerah sampel IHK di Kalimantan Tengah juga mengalami inflasi. Kabupaten Sukamara mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 1,03 persen, sedangkan Kabupaten Kapuas menjadi yang terendah dengan 0,08 persen. (adr)

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Julie Estelle Melahirkan Anak Kedua, Jessica Mila hingga Chicco Jerikho Beri Ucapan Selamat

Kabar bahagia datang dari aktris Julie Estelle. Bintang film Alexandria tersebut baru saja membagikan kabar…

1 hour ago

Hujan di Palangka Raya Bukan Dampak OMC, Begini Penjelasan BMKG

Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kota Palangka Raya pada Kamis (1/10/2026) malam dipastikan bukan…

1 hour ago

LUAR BIASA! Timnas Indonesia Lolos Final FIFA ASEAN Cup 2026 secara Dramatis

Timnas Indonesia menang telak 9-2 atas Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup…

2 hours ago

Dinilai Tak Relevan, Tim Hukum DW Tolak Kesaksian di Sidang Praperadilan

Suasana sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Palangka Raya sedikit memanas, Kamis (1/10/2026). Tim kuasa hukum…

2 hours ago

Desakan Muslub Muncul, MPI KNPI Kalteng Tegaskan Perlu Syarat Administrasi Penuh

Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kalimantan Tengah menyuarakan keprihatinan sekaligus menuntut kejelasan atas dinamika…

2 hours ago

Sentil PLN, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Daerah Penghasil Daya Justru Mati Listrik

Pemadaman listrik yang masih terus terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), khususnya di Kota Palangka Raya…

3 hours ago