Lebih lanjut, dia menyoroti sebuah ironi dalam tata kelola keuangan negara saat ini. Di satu sisi, Kalteng memiliki sumber daya alam dan potensi tambang yang melimpah ruah.
“Kita bisa lihat, 80 persen pendapatan negara kita bertumpu pada pajak dari masyarakat. Kalau kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Brunei, kita masih sangat jauh,”ujarnya.
Namun di sisi lain, Muhajirin juga mengkritisi sumbangsih sektor tersebut terhadap pembangunan yang dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga. Akibatnya, beban pembangunan infrastruktur dan operasional pemerintahan terus bertumpu pada pajak rakyat.
Kejari Lamandau menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan pencurian buah kelapa sawit di…
Dua pemuda asal Pulang Pisau yang sempat dilaporkan hilang saat berburu di hutan Desa Bagugus,…
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menerima penghargaan dari Kapolda Kalteng atas dukungan renovasi Mako Direktorat Samapta…
Bagi yang sering bingung menentukan menu sarapan sehat, resep Tortilla Wrap Ayam dan Bayam dari…
Bagi pencinta makanan berkuah hangat, Nasi Bakmoy Ayam Tahu bisa menjadi pilihan menu yang patut…
Perpaduan kuliner Italia dan Indonesia memang sering menghasilkan kreasi yang tak terduga. Salah satunya adalah…