Di tengah derasnya arus informasi digital, kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kualitas pembelajaran maupun kemampuan berpikir kritis generasi muda.
Screen Time Tinggi, Minat Baca Rendah
Indra juga menyoroti tingginya durasi penggunaan layar pada anak Indonesia. Menurutnya, rata-rata screen time anak usia 10 hingga 14 tahun telah melampaui lima jam setiap hari, sedangkan waktu membaca buku kurang dari 15 menit.
Kondisi itu menunjukkan adanya perubahan pola belajar dan konsumsi informasi yang perlu menjadi perhatian bersama.
Ia menilai anak-anak Indonesia kini hidup di tengah banjir informasi digital, tetapi belum dibekali kemampuan berpikir kritis untuk menyaring informasi yang benar.
“Tantangan terbesar pendidikan Indonesia menghadapi era digital bukan teknologinya, bukan AI-nya, tetapi hancurnya arsitektur pendidikan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya.
Pendampingan Orang Tua Jadi Kunci
Baik Vera maupun Indra sepakat bahwa gadget tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak di era digital. Namun, teknologi tidak boleh menggantikan peran keluarga dalam mendidik dan membentuk karakter.
Pemerintah mempertahankan tarif merek UMKM Rp500.000 per kelas dan menggratiskan pencatatan hak cipta lagu mulai…
BPJS Ketenagakerjaan bersama BSI menyosialisasikan Program Manfaat Layanan Tambahan kepada ekosistem Muhammadiyah di Palangka Raya…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau terus berkomitmen meningkatkan konektivitas antarwilayah kecamatan. Langkah strategis ini diambil demi…
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi situasi ketika seseorang menolak mendengarkan pendapat kita. Entah itu…
Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, enggan menanggapi rumor yang menyebut Bendahara DPD…
Adhyaksa FC terus memperkuat skuadnya menjelang bergulirnya Super League Indonesia musim 2026/2027. Klub promosi tersebut…