
Ilustrasi seorang anak tantrum karena tidak diizinkan bermain gadget oleh ibunya. (Freepik)
PROKALTENG.CO-Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, gadget telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak.
Namun, di balik berbagai manfaatnya sebagai sarana belajar dan hiburan, penggunaan gadget yang tidak terkontrol menyimpan risiko serius terhadap tumbuh kembang maupun kualitas pendidikan anak.
Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli menjadi pengingat bahwa tantangan terbesar bukan sekadar mengenalkan teknologi kepada anak, melainkan memastikan penggunaannya tetap sehat, aman, dan sesuai tahap perkembangan.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan penggunaan gadget sejak dini tanpa batas dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari emosi hingga kemampuan bersosialisasi.
“Penggunaan yang terlalu dini atau tanpa batas dapat membuat anak mudah emosional ketika gadget diambil atau dibatasi, sulit konsentrasi, kurang tidur, berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang dan kehilangan kesempatan melatih keterampilan sosial,” ujar Vera.
Menurutnya, anak yang terlalu lama berinteraksi dengan layar juga lebih rentan terpapar konten negatif, menjadi korban cyberbullying, mengalami kecemasan, hingga bergantung pada validasi di media sosial.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 13 kejadian kebakaran hutan dan…
Remote work atau kerja jarak jauh terus memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap kesehatan mental. Ulasan…
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palangka Raya memusnahkan barang bukti berupa 116,94 gram sabu dan…
Hari Kebaya Nasional diperingati tiap tanggal 24 Juli. Peringatan ini bisa menjadi momentum untuk mengingat…
Wujud soliditas dan kebersamaan antara TNI dan Polri terus diperkuat di Kabupaten Lamandau. Jajaran Polres…