Dalam studi ini, para peneliti membedah data diet, memantau tes kognitif, dan melakukan pemindaian MRI terhadap lebih dari 8.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas. Lewat MRI, tim ahli mengukur beberapa indikator kesehatan otak, termasuk volume total otak, volume hipokampus, dan volume lesi materi putih (white matter lesions/WML).
Berdasarkan analisis data, tingkat konsumsi teh hijau yang tinggi berkorelasi kuat dengan penurunan volume WML.
Partisipan yang minum 600 ml teh hijau per hari memiliki volume WML 3 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi 200 ml atau kurang. Partisipan yang mengonsumsi hingga 1.500 ml teh hijau per hari mencatatkan volume WML 6 persen lebih rendah. Konsumsi kopi sama sekali tidak memengaruhi metrik volume otak tersebut.
Bagi pecinta minuman berbasis teh hijau, Brown Sugar Matcha Latte menjadi salah satu kreasi yang…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran membuka ruang dialog dengan insan pers untuk menyerap kritik dan masukan.
Keberhasilan dalam urusan finansial sering kali menjadi impian banyak orang. Sebagian mencapainya melalui kerja keras, pendidikan,…
Suyuti Syamsul meminta Plt Kepala Dinkes Kalteng melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, termasuk mempertahankan capaian…
Satlantas Polresta Palangka Raya menggelar temu komunitas otomotif Kalimantan Tengah di Pos Bundaran Besar Palangka…
Seorang pemuda berumur 19 tahun berinisial EDL sukses diringkus oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pahandut…