Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah merasa lapar, terutama pada malam hari, sehingga mendorong konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat. Jika berlangsung terus-menerus, risiko obesitas pun meningkat.
Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Saat tidur, tubuh memanfaatkan waktu untuk memulihkan sistem peredaran darah dan menstabilkan tekanan darah. Ketika waktu istirahat terus dikurangi, jantung dipaksa bekerja lebih keras.
Akibatnya, risiko hipertensi, stroke, hingga serangan jantung menjadi lebih tinggi. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu sensitivitas insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes.
Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup menjadi salah satu investasi kesehatan paling sederhana namun penting. Membatasi penggunaan gawai sebelum tidur serta membiasakan tidur tepat waktu dapat membantu tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang optimal setiap malam. (nor/fir/jpg)
Page: 1 2
Kebakaran hebat di Pasar Besar Blauran Palangka Raya menghanguskan rumah dan barak. Petugas Damkar masih…
Tumpah ruahnya warga memenuhi halaman Kantor Bupati Murung Raya. Di bawah langit yang cerah, ratusan…
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti Kota Palangka Raya sejak Senin…
Jaksa Agung Republik Indonesia merombak jajaran pimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng.
Sengketa eks Kantor DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah di Jalan RTA Milono, Palangka Raya, terus…
Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh pihak memperkuat kemandirian daerah berbasis potensi lokal dan terus bersinergi…