Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah merasa lapar, terutama pada malam hari, sehingga mendorong konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat. Jika berlangsung terus-menerus, risiko obesitas pun meningkat.
Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Saat tidur, tubuh memanfaatkan waktu untuk memulihkan sistem peredaran darah dan menstabilkan tekanan darah. Ketika waktu istirahat terus dikurangi, jantung dipaksa bekerja lebih keras.
Akibatnya, risiko hipertensi, stroke, hingga serangan jantung menjadi lebih tinggi. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu sensitivitas insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes.
Karena itu, menjaga pola tidur yang cukup menjadi salah satu investasi kesehatan paling sederhana namun penting. Membatasi penggunaan gawai sebelum tidur serta membiasakan tidur tepat waktu dapat membantu tubuh mendapatkan waktu pemulihan yang optimal setiap malam. (nor/fir/jpg)
Page: 1 2
Pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto mengungkap dua kekurangan timnya usai merebut tempat ketiga Piala…
Komedian Haji Bolot dijenguk pesulap Limbad di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Selatan. Momen tersebut diabadikan…
Timnas Belanda dan Timnas Jepang akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan pertandingan…
Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Dina Maulidah, mendorong Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Kabupaten Murung…
Seorang pria muda ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar kosnya, di Jalan G…
Sebanyak 110 jemaah haji asal Kabupaten Barito Utara tiba dengan selamat di tanah air dan…