
Veda Ega Pratama berpeluang merasakan era baru Moto3 saat kelas ringan Grand Prix beralih menggunakan motor Yamaha spesifikasi tunggal mulai musim 2028. (Instagram @veda_54)
PROKALTENG.CO-Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama meluapkan kekecewaannya setelah gagal total dalam balapan Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Minggu (28/6). Namun, Veda tak ingin larut dalam kegagalan dan bertekad bangkit di seri balapan berikutnya yakni Moto3 Jerman 2026.
Akhir pekan Veda Ega di seri balapan Moto3 Belanda 2026 berujung pahit. Padahal, pembalap Honda Team Asia itu tampil impresif dalam sesi kualifikasi. Berjuang sejak kualifikasi pertama (Q1), dia sukses menembus Q2 sebelum akhirnya mengamankan posisi start ketujuh.
Namun, modal positif tersebut gagal berbuah manis di balapan utama. Saat tengah bersaing merangsek ke barisan terdepan, pembalap berusia 17 tahun itu mengalami kecelakaan di Tikungan 4 pada lap ketujuh. Insiden tersebut membuat Veda Ega gagal finisi sekaligus pulang tanpa tambahan poin dari Assen.
“Balapan hari ini (Minggu) benar-benar menjadi bencana karena saya gagal finis. Saya sangat kecewa. Setelah menjalani akhir pekan yang begitu baik dan memiliki perasaan yang sangat positif dengan motor, hasil seperti ini tentu sulit diterima,” ucap Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, dikutip Senin (29/6).
Ambil Sisi Positif dari Insiden Moto3 Belanda 2026
Meski gagal total, Veda mengambil hikmah dari hasil minor tersebut. Dia semakin percaya diri dengan performa motornya dan kemampuannya karena mampu bertarung dengan pembalap lainnya di barisan depan.
“Saya mencoba melihat sisi positifnya karena feeling saya dengan motor benar-benar sangat baik. Saya mampu bersaing dengan para pembalap terdepan, bertarung di posisi depan, dan menunjukkan potensi yang saya miliki,” ujar Veda Ega.
Veda menyebut dirinya perlu lebih cerdas dalam menghadapi situasi yang ada selama balapan. Kegagalan di Sirkuit Assen menjadi pelajaran penting dalam menatap seri-seri berikutnya.
“Mungkin saya harus sedikit lebih cerdas saat balapan dan bisa mengelola beberapa situasi dengan lebih baik. Insiden terjatuh itu juga merupakan kesalahan saya sendiri, jadi saya akan menjadikannya sebagai pelajaran,” tambah Veda Ega.
Page: 1 2
Kepastian kepindahan Hanif Sjahbandi akhirnya terjawab. Gelandang bertahan berusia 29 tahun itu resmi bergabung dengan…
Pemkab Lamandau menggelar pelatihan handycraft untuk membekali masyarakat dengan keterampilan dan jiwa wirausaha.
Pasca pembakaran pesawat perintis milik PT AMA Air di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo,…
GDAN mengapresiasi dukungan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran terhadap pembangunan Pos Pengawasan Terpadu di wilayah rawan…
Sebuah dedikasi nyata dalam meretas keterbatasan geografis dan finansial demi masa depan pendidikan berbuah manis.…
Ormas Islam se-Kalteng menyatakan dukungan penuh terhadap pemberantasan narkoba dan mengajak seluruh elemen masyarakat bersama…