
GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino, beranjak dari dialog terbuka, dan enggan berkomentar lebih jauh kepada awak media, usai enggan menandatangani draf poin tuntutan dari massa aksi, Kamis (30/7) (Foto : Heri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO –PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya terancam menjadi sasaran aksi demonstrasi berkepanjangan setelah General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijino menolak menandatangani enam poin tuntutan yang diajukan Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG), di gerbang Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (30/7/2026)
GM PLN IUD Kalselteng Iwan Soelistijino menjelaskan bahwa poin-poin seperti perombakan struktur pejabat dan kompensasi menyeluruh berada di luar kewenangannya.
Ketegangan memuncak ketika massa kembali mendesak komitmen GM PLN terkait tuntutan keempat dan kelima, yakni pengunduran diri dirinya serta Manajer UP3 Palangka Raya.
Saat ditanya apakah dirinya menolak karena adanya poin pengunduran diri tersebut, GM PLN menjawab dengan lugas di hadapan massa.
“Tidak bersedia selama masih ada itu,” tegasnya.
Mendengar penolakan mutlak dari pimpinan PLN tersebut, Juru bicara GPG, Fiteli Waruwu, langsung mengambil alih situasi dan mengalihkan perhatiannya kepada awak media yang meliput di lokasi.
“Jadi rekan-rekan media, karena hari ini belum ada ujungnya lagi, General Manajer tidak mau menandatangani poin tuntutan kita, maka mulai besok sampai satu bulan ke depan, kita akan aksi di Kantor PLN UP3 Palangka Raya,” ujar Fiteli.
Ultimatum tersebut menjadi sinyal bahwa gelombang protes masyarakat Kota Palangka Raya terkait krisis pemadaman listrik bergilir ini akan terus berlanjut dan berpotensi membesar.
Setelah menyampaikan ancaman demonstrasi sebulan penuh tersebut, Fiteli menginstruksikan massa aksi GPG untuk menarik diri dari Rujab Gubernur.
“Terima kasih, kita bubar,” pungkas Fiteli yang kemudian diikuti dengan pembubaran massa secara tertib meninggalkan area gerbang Rujab Gubernur Kalteng.
Usai pembubaran massa aksi secara tertib, awak media yang mencoba mengkonfirmasi mengenai penolakan tanda tangan poin tuntutan massa aksi, namun GM PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijino enggan berkomentar lebih jauh mengenai poin tuntutan tersebut.
Page: 1 2
Soto menjadi salah satu hidangan khas Indonesia yang memiliki banyak penggemar. Hampir setiap daerah memiliki…
Pernahkah kamu merasa suasana hati mendadak buruk (bad mood), pikiran penuh, atau energi terasa habis tanpa alasan…
Kepolisian mengungkap kronologi awal kecelakaan lalu lintas yang merenggut tujuh nyawa di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru,…
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman puas dengan penampilan anak asuhnya saat mengalahkan Timor Leste 3-0 pada pertandingan…
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Port FC 2-1. Laga di…
Pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin memastikan tempat di final Taiwan Open 2026.…