“Jelas ini merugikan masyarakat. Listrik itu kami bayar. Bahkan ketika terlambat membayar, listrik langsung diputus. Karena itu PLN juga harus memberikan kompensasi kepada masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya,” ucapnya.
Selain menuntut kompensasi bagi pelanggan terdampak, massa aksi juga akan menyampaikan tuntutan lain dalam pertemuan dengan pihak PLN. Salah satunya meminta evaluasi terhadap jajaran pimpinan PLN di wilayah Kalseteng.
“Besok dalam penyampaian tuntutan kami akan meminta agar General Manager PT PLN Persero Wilayah Kalimantan Selatan-Kalimantan Tengah beserta jajaran manajernya dicopot, supaya persoalan seperti ini tidak terulang kembali,” pungkas Fiteli. (adr)
Page: 1 2
Alexandra Eala mengalami kekalahan mengejutkan pada babak awal Singapore Open setelah dikalahkan Tatiana Prozorova dengan…
Gabungan Himpunan Mahasiswa Daerah se-Kalimantan Tengah (Hima Kalteng) melayangkan pernyataan sikap tegas. Untuk mengawal penanganan…
Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 telah memasuki hari ke-14, Sabtu (26/9). Hingga…
Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI)…
Karhutla di lahan gambut dekat permukiman Tumbang Tahai turut berdampak pada seekor ular piton.
Keputusan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong memberikan bebas bersyarat untuk Indra Kenz menjadi perhatian…