“Kami terus berlatih, bukan sekadar menghafal, tetapi juga memahami materi-materi tentang Empat Pilar MPR RI. Kami melakukan latihan soal, simulasi pertandingan dan evaluasi bersama. Kalau ada jawaban yang salah atau kami masih kurang dalam suatu materi, kami pelajari kembali bersama-sama,” tuturnya.
Kesibukan sebagai pelajar juga menjadi tantangan tersendiri.
Riswati bersama anggota tim harus mampu membagi waktu antara kegiatan sekolah dan persiapan perlombaan.
Namun, proses tersebut justru mengajarkan mereka tentang disiplin dan tanggung jawab.
Dari berbagai latihan yang dijalani, Riswati menyadari bahwa LCC bukan hanya tentang siapa yang paling banyak menguasai materi. Kekompakan tim menjadi salah satu kunci penting.
Setiap anggota harus saling percaya, saling mengingatkan dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.
Perjuangan kemudian berlanjut ke seleksi tingkat Kabupaten Katingan pada 4 Mei 2026.
Setelah berhasil melewati tahapan tersebut, tim SMAN 2 Katingan Kuala melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi Kalteng pada Juli 2026.
Hasilnya, mereka kembali meraih Juara I dan berhak membawa nama Kalimantan Tengah ke tingkat nasional.
Saat mengetahui akan berangkat ke Jakarta, perasaan Riswati dan rekan-rekannya bercampur antara senang, bangga dan gugup.
Lemak berlebih di bagian perut tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan metabolisme.
Gunung Anak Krakatau erupsi berulang hingga 10 kali dalam kurun waktu Jumat (4/9) hingga Sabtu…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan…
Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai berdampak. Terhadap aktivitas warga di Ruang…
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengevaluasi kemungkinan penambahan SPBU yang beroperasi selama 24 jam…
Dampak musim kemarau di Kabupaten Balangan kini merambat pada krisis air bersih. Kesulitan pasokan air untuk kebutuhan harian tersebut mulai…