Langkah ini sekaligus untuk mencegah kemungkinan terjadinya interaksi yang dapat berujung konflik antara satwa liar dan manusia.
“Kami masih memantau melalui warga yang sebelumnya melaporkan keberadaan orangutan tersebut,” ujarnya.
BKSDA Pos Sampit juga memperoleh laporan berbeda mengenai satwa liar di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Kali ini, warga melaporkan adanya satwa yang merusak tanaman sawit muda dan memakan bagian umbut.
Berdasarkan ciri-ciri yang dilaporkan, satwa tersebut diduga merupakan beruang madu. BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap, mengejar, melukai, maupun mengusir sendiri satwa liar yang masuk ke kawasan perkebunan atau permukiman. (mif/kpg)
Page: 1 2
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Kapuas belum mereda. Pemerintah Kabupaten…
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kemajuan dunia pendidikan.…
FISIPADKOM UMPR menjajaki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan DPMPTSP Kota Palangka Raya untuk memperkuat pengabdian…
Jumlah penerima bantuan pangan di Kalteng bertambah 7 ribu orang menjadi total 214 ribu orang…
Warga Kalampangan menyukuri penyaluran bantuan KHBS dan paket sembako dari Pemprov Kalteng yang dinilai menjadi…
Lurah Kalampangan mengapresiasi bantuan KHBS dan paket pangan dari Gubernur Kalteng yang sangat membantu para…