“Program PEKA ini bukan sekadar pelatihan. Setelah pelatihan selesai, kami akan melakukan pendampingan dan pemantauan. Target kami, minimal 10 persen dari setiap peserta pelatihan dapat menjadi pelaku usaha yang produktif,” ujarnya.
Selain memberikan pelatihan, BPJS Ketenagakerjaan juga akan membangun ekosistem pendukung dengan melibatkan sektor perbankan agar peserta memiliki akses terhadap pembiayaan untuk mengembangkan usahanya setelah pelatihan berakhir.
Saiful berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan pelaku usaha baru dari kalangan penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga santunan yang diterima tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi keluarga.
“Harapan kami, manfaat yang telah kami salurkan kepada para penerima manfaat dapat menjadi sesuatu yang produktif, mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus ikut menggerakkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Adhyaksa FC terus memperkuat skuadnya menjelang bergulirnya Super League Indonesia musim 2026/2027. Klub promosi tersebut…
Ketua DPD I Partai Golkar Kalteng Edy Pratowo menempati peringkat ketiga Ketua DPD I Golkar…
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai…
Shin Tae-yong dijatuhi sanksi larangan melatih di Korea Selatan selama 10 tahun oleh Asosiasi Sepak…
Setiap orang pernah mengalami hari yang buruk atau bad day akibat berbagai penyebab, mulai dari…
Cuaca terik dan angin kencang yang melanda Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir membuat ancaman…