“Berdasarkan data monitoring kami, sampai saat ini belum terdapat informasi pembatalan (cancelation) penerbangan. Kami terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, pengelola Bandara Tjilik Riwut terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.
Koordinasi tersebut melibatkan pihak maskapai, Air Traffic Control (ATC), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta seluruh stakeholder aviasi terkait guna memantau perkembangan situasi terkini.
Menutup keterangannya, I Made Dermawan menyampaikan pemahamannya atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat situasi alam ini, seraya menegaskan komitmen bandara terhadap prinsip keselamatan.
“Kami memahami bahwa kondisi seperti ini dapat memengaruhi kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan penumpang. Namun demikian, setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengacu pada kondisi aktual di lapangan, prosedur standar, serta keputusan dari pihak berwenang. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama kami,” pungkasnya. (her)
Page: 1 2
Karhutla di Desa Kujan, Lamandau, menghanguskan sekitar 30 hektare lahan gambut.
Polisi menyelidiki aksi perampasan di sebuah BRILink Jalan Seth Adji, Palangka Raya, yang membuat uang…
HMI menilai karhutla Kalimantan telah berkembang menjadi persoalan serius yang membutuhkan penguatan pencegahan dan penanganan…
DPRD Bartim mendukung pembangunan kantor BNNK dan mendorong pusat rehabilitasi segera beroperasi.
Kebakaran melanda sekitar 20 hektar lahan di Desa Kujan, Lamandau, hingga memicu kekhawatiran warga.
Kanwil Kemenkum Kalteng memperkuat kesadaran hukum dan kepatuhan royalti dalam pelindungan KI.