Guna mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjamin ketertiban, Disdik Kalteng berencana merumuskan sistem pengawasan yang lebih ketat. Salah satu opsi utamanya adalah rencana instalasi kamera pengawas atau CCTV di berbagai titik strategis sekolah, termasuk di dalam ruang kelas.
“Kami akan mencoba mengusulkan agar setiap sekolah dapat dipantau melalui CCTV, sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib di lingkungan sekolah. Dengan adanya pemantauan tersebut, setidaknya hal-hal seperti ini dapat diminimalisir,” ungkap Reza.
Meski pengawasan berbasis teknologi akan digalakkan, Reza menggarisbawahi bahwa inti dari pencegahan adalah edukasi moral. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, yang memprioritaskan lahirnya generasi berkarakter unggul, selaras dengan falsafah kearifan lokal Huma Betang dan Belom Bahadat.
“Bapak Gubernur menginginkan anak-anak Kalimantan Tengah bukan hanya memiliki wawasan yang luas dan prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Karena itu hal-hal seperti ini tentu tidak semestinya terjadi di lingkungan sekolah maupun di kalangan siswa-siswi kita,” katanya.
Pembinaan etika, pola pikir, dan sopan santun akan terus dijadikan fokus utama pendidikan di Kalimantan Tengah, sehingga sekolah tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga beradab.
“Dari sisi karakter dan mindset, itu yang akan terus kami tingkatkan dan benahi. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar upaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus membentuk peserta didik yang beradab, beretika, dan menjunjung sopan santun dapat benar-benar terwujud,” ujarnya.
Reza mengingatkan bahwa membentuk ekosistem pendidikan yang positif membutuhkan kolaborasi erat antara pihak keluarga, lingkungan masyarakat, dan elemen pemerintahan.
“Sekali lagi kami memohon maaf dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan pendidikan. Karena keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (her)
Page: 1 2
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya meminta PLN segera menuntaskan persoalan kelistrikan yang masih menyebabkan pemadaman…
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai berdampak buruk bagi…
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menegaskan pelajar harus memiliki kecerdasan sekaligus karakter kuat sebagai bekal…
Fisdawan dan DWP Sekretariat DPRD Kalteng mengunjungi Museum Batik Indonesia untuk mengenal lebih dalam sejarah…
Polres Lamandau mengerahkan puluhan personel untuk mengamankan penutupan Pesta Rakyat.
Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Kota Nanga Bulik pada Minggu malam (9/8/2026).