“Khususnya di Palangka Raya, banyak terdapat sungai, rawa, dan danau yang menjadi sumber uap air. Saat matahari bersinar terik sejak pagi hingga siang hari, proses penguapan meningkat dan memicu pembentukan awan hujan,” terangnya.
Chandra menambahkan, pertumbuhan awan umumnya mulai terjadi pada siang hingga sore hari, yakni sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Jika pertumbuhan awan berlangsung kuat, maka dapat berkembang menjadi awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari.
“Semakin tinggi suhu udara pada siang hari, maka semakin besar pula proses penguapan yang terjadi. Kondisi ini membuat pertumbuhan awan hujan menjadi lebih aktif, sehingga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi pada sore atau malam hari,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi genangan hingga banjir, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase kurang baik.
Masyarakat Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur (Kutim) bersiap menggelar Pesta Adat Budaya Ufah pada Minggu (9/8).
Eks Direktur Pascasarjana UPR didakwa merugikan negara Rp2,43 miliar. Kuasa hukum memastikan akan mengajukan eksepsi…
Peradi Palangka Raya mengecam dugaan tindakan arogan oknum polisi di kediaman advokat Rahmadi G. Lentam…
BKD Kalteng menerapkan sistem digital SIN Career agar seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi berlangsung lebih transparan…
Memperingati Hari Pengayoman ke-81, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalteng menggelar bakti sosial.
Tren gaya hidup sehat dengan tetap meminum kopi kini sedang menjadi tren di kalangan anak…