Kedua orangutan itu kemudian dibawa menjauh dari area yang masih terdapat bara api untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Saat pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan OFI, Rayu terus memeluk tubuh sang ibu. Anak orangutan itu beberapa kali mengeluarkan suara sambil memperhatikan orang-orang di sekelilingnya yang melakukan observasi.
Sang induk diperkirakan berusia 20 tahun sedangkan sang anak diperkirakan berusia satu tahun. Keduanya ditemukan dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka.
Selanjutnya, Raya dan Rayu akan dibawa ke Kantor Seksi BKSDA Pangkalan Bun untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dokter akan menentukan langkah selanjutnya.
“Setelah kegiatan rescue ini akan dibawa ke kantor Pangkalan Bun. Dari hasil penilaian tim dokter nanti baru bisa diputuskan. Misalkan orangutannya sehat akan segera langsung dilepasliarkan,” terangnya.
Jika keduanya dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan, BKSDA akan menentukan kawasan habitat yang sesuai.
“Biasanya ada dua, kalau tidak di Taman Nasional Tanjung Puting, atau bisa di Suaka Margasatwa Lamandau,” katanya.(mif/kpg)
Menteri P2MI Mukhtarudin mengapresiasi siswa SMAN 1 Pangkalan Bun peraih juara nasional LKBB-PB MPR RI…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di tengah musim kemarau dan…
Gerakan Pemuda Melawan Korporasi mempertanyakan tanggung jawab perusahaan terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam secara total selama kurang lebih satu…
Nanas Parigi Barsel didorong memiliki nilai tambah melalui penguatan kekayaan intelektual.
Regulasi Kartu Hebat Mahasiswa diharmonisasi untuk memperkuat akses pendidikan tinggi.