Sekitar pukul 13.00 WITA, lima ABK berhasil dievakuasi nelayan yang melintas dan dibawa ke Desa Labuan Mas.
“Berdasarkan data awal yang kami himpun, ada tujuh orang di dalam kapal tersebut. Fokus utama kami saat ini adalah melakukan pencarian intensif bersama nelayan lokal terhadap satu korban atas nama Gilang yang hingga kini belum ditemukan,” tegas Ramli.
Kasat Polairud Polres Kotabaru AKP Mohammad Zaini membenarkan kejadian tersebut. Namun, hingga Selasa malam, identitas kapal yang diduga menabrak Mega Harapan masih belum diketahui.
“Benar, musibah tersebut terjadi. Namun untuk saat ini kami belum bisa memastikan kapal apa yang menabrak karena semuanya masih dalam proses penyelidikan intensif,” ujarnya.
Menurut Zaini, personel Satpolairud telah diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat pencarian korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti terkait kecelakaan laut tersebut.
“Penyebab pasti dan identitas kapal sedang kami selidiki secara mendalam di lapangan. Kami juga mengimbau kepada seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melaut, mengingat cuaca dan lalu lintas kapal besar yang terkadang tidak terduga,” tutupnya.(jpg)
Page: 1 2
Polda Metro Jaya kembali memeriksa artis dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh…
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memberikan dukungan penuh terhadap proses akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah…
Kabar duka datang dari Persija Jakarta. Mantan pelatih kiper Macan Kemayoran, Arjuna Rinaldy, meninggal dunia…
Selasar ruang tunggu RSUD Gusti Abdul Ghani Kasiman pagi itu, Kamis (18/6/2026) di Lantai 2…
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bakti Sosial Operasi Sumbing…