“Harapan kami Jamkrida semakin berkembang dan dapat memperluas layanan, khususnya dalam memberikan perlindungan kredit bagi UMKM di Kota Palangka Raya serta terus tumbuh sebagai perusahaan penjaminan yang sehat dan profesional,” ucapnya.
Terkait penyertaan modal, Arbert menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palangka Raya belum berencana menambah investasi pada perusahaan tersebut. Nilai penyertaan modal tetap dipertahankan sebesar Rp3 miliar, setara dengan sebagian besar pemerintah kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.
“Untuk saat ini tidak ada penambahan modal. Penyertaan modal Pemko Palangka Raya tetap Rp3 miliar. Besarannya sama dengan beberapa daerah lain, sementara Kotawaringin Timur memiliki penyertaan yang lebih besar, yakni Rp6 miliar,” jelasnya.
Mengenai pembagian dividen tahun buku 2025, Arbert mengatakan proses penyalurannya akan dilakukan pada tahun berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Besaran yang diterima masing-masing pemegang saham akan disesuaikan dengan komposisi kepemilikan saham mereka.
“Dividen akan tetap dibagikan pada tahun ini sesuai mekanisme yang ada. Nilainya mengikuti persentase kepemilikan saham masing-masing pemegang saham,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Korban yang ditemukan meninggal mengapung di Sungai Mentaya ternyata telah beberapa kali tercebur ke sungai.…
Polisi mengamankan seorang terduga pelaku kasus dugaan pembakaran yang menimpa TLD di Sampit. Penyelidikan masih…
Bagi sebagian besar orang, mengenakan cincin di jari tangan hanyalah urusan estetika demi menyempurnakan penampilan…
Tantri Syalindri atau Tantri Kotak sangat kecewa terhadap Poppy Nupitasari yang dengan tega melakukan penipuan…
Harga emas perhiasan hari ini 29 Juni 2026, simak harga terbaru dari kedua platform yakni…
Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa seseorang. Namun, kemajuan sains modern…