Terkait kondisi Jalan Lele, Pemerintah Kota Palangka Raya berencana melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Yang paling penting nanti dalam waktu dekat, instansi terkait harus menyediakan kanal atau wadah yang lebih mudah bagi masyarakat untuk melaporkan kondisi yang sifatnya urgensi. Seperti jalan berlubang, lampu penerangan yang mati, atau hal lain yang berpotensi membahayakan,” ucapnya.
Menurutnya, Jalan Lele sebelumnya pernah mendapatkan perbaikan berdasarkan aspirasi warga. Namun kerusakan kembali muncul akibat tingginya aktivitas kendaraan yang melintas.
“Jalan ini sebenarnya sudah pernah ditangani, tetapi karena intensitas penggunaan yang cukup tinggi, beberapa titik kembali mengalami kerusakan,” tuturnya.
Usai peninjauan, Pemko Palangka Raya berencana akan menggelar rapat koordinasi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem respons terhadap laporan masyarakat.
“Kami ingin sistemnya lebih cepat. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya darurat. Harapannya, kejadian seperti ini bisa diminimalkan dan tidak terulang lagi di masa mendatang,” tutupnya. (adr)
Page: 1 2
Punya nasi sisa semalam di rumah? Selain dijadikan nasi goreng, Anda bisa mengolahnya menjadi Nasi…
Jika sedang mencari olahan daging sapi yang praktis tetapi terasa seperti masakan restoran Chinese food,…
Sidang di MK mengungkap dugaan dampak program MBG terhadap guru PPPK dan honorer, mulai dari…
Elza Syarief memutuskan mundur dari tim kuasa hukum Sony Sonjaya karena menilai kliennya tidak jujur…
AFK Mastery Cup menjadi turnamen futsal pelajar pertama di Kalteng yang menggunakan VAR sekaligus ajang…
Tongseng biasanya identik dengan daging kambing atau sapi, tetapi resep Tongseng Telur Dadar dari Instgaram…