
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. (Foto : Anandri/Prokalteng.co)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Tengah sepanjang musim kemarau 2026.
Sehingga pemerintah kota terus mengintensifkan berbagai langkah pencegahan untuk menekan risiko kebakaran yang berulang setiap tahun.
“Karhutla di Kota Palangka Raya ini bisa kita katakan sebagai bencana yang terjadwal. Terjadwal artinya bisa diprediksi. Kebakaran terjadi saat musim kemarau karena curah hujan berkurang,” kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Sabtu (11/7/2026).
Data Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah per 4 Juli 2026 mencatat sebanyak 353 kejadian karhutla di seluruh wilayah Kalteng dengan 2.074 titik panas. Dari jumlah tersebut, Palangka Raya menyumbang 153 kejadian atau sekitar 43 persen dari total kasus yang terjadi.
“Struktur lahan kita adalah gambut. Ketika musim penghujan kondisinya basah dan sulit terbakar. Tetapi saat musim kemarau airnya berkurang dan menjadi kering, sehingga memiliki potensi besar terjadi kebakaran,” ujarnya.
Selain tingginya jumlah kejadian, luas lahan yang terbakar berdasarkan laporan lapangan mencapai 527,30 hektare. Sementara hasil analisis citra satelit menunjukkan area terdampak karhutla mencapai 2.915,11 hektare, yang mengindikasikan cakupan kebakaran lebih luas dibandingkan hasil pendataan langsung di lapangan.
“Karakteristik lahan gambut memang menjadi tantangan tersendiri karena saat kering sangat mudah terbakar dan api dapat menyebar dengan cepat,” tambahnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pemerintah pusat, serta berbagai instansi terkait guna mengantisipasi potensi karhutla sejak dini.
“Upaya yang kami lakukan tidak hanya saat musim kemarau. Pada musim penghujan pun berbagai kegiatan pencegahan tetap berjalan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, hingga persiapan peralatan,” jelas Zaini.
Menurutnya, strategi penanganan karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun agar kesiapsiagaan personel maupun sarana pendukung tetap terjaga ketika memasuki musim rawan kebakaran.
“Pada musim penghujan kami tidak berhenti bekerja. Justru saat itu dilakukan sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, hingga menyiapkan seluruh peralatan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemko Palangka Raya juga menaruh harapan besar terhadap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Karhutla yang saat ini masih berproses di DPRD Kota Palangka Raya.
“Harapan kita itu menjadi dasar dalam melakukan upaya perencanaan pencegahan, penanggulangan, dan penanganan pasca terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (adr)
Memilih sepatu sekolah untuk anak SD tentu tidak boleh dilakukan secara sembarangan, kesalahan dalam menentukan ukuran…
Munculnya rambut uban menjadi salah satu perubahan alami yang dapat dialami seseorang, bahkan terkadang terjadi…
MEMBANGUN usaha sendiri menjadi salah satu pilihan yang banyak dilakukan untuk mencapai kebebasan finansial dan…
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh…
Pebalap Indonesia Veda Ega Pratama akan memulai balapan Moto3 GP Jerman 2026 dari posisi ke-13 setelah menyelesaikan sesi kualifikasi…
Kejaksaan Agung (Kejagung) kena pukulan telak setelah Febrie Adriansyah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan…