Fairid menilai, data ekonomi yang mutakhir akan membantu pemerintah dalam memahami perkembangan dunia usaha sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.
“Sering kali suatu kebijakan dinilai kurang efektif karena didasarkan pada data yang tidak diperbarui atau tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan,” ungkapnya.
Orang nomor satu di Palangka Raya ini menegaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu rujukan penting bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi pada masa mendatang.
“Ketepatan data akan sangat memengaruhi kualitas kebijakan yang diambil. Sebaliknya, apabila data yang tersedia tidak akurat, maka kebijakan yang disusun berpotensi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kota Palangka Raya untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Mari bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya menyediakan data ekonomi yang berkualitas demi mendukung pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hasrat SAg memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas…
Kementerian P2MI dan BPJS Kesehatan memperkuat pelindungan pekerja migran melalui MoU untuk memastikan akses JKN…
Angin segar berembus bagi dunia pendidikan di Kecamatan Montallat. Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar…
Tenda pengungsian korban kebakaran di kawasan Pasar Besar, Palangka Raya, akhirnya rampung didirikan.
Sebanyak 54 warga korban kebakaran di Pasar Besar Palangka Raya mulai menerima bantuan dari Dinas…
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pembangunan tetap menjadi prioritas meski daerah menghadapi efisiensi anggaran.…