Kondisi tersebut, menurutnya menjadi pekerjaan rumah bersama agar kualitas layanan pendidikan anak usia dini dapat terus meningkat.
Terlebih, pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara terpadu.
“Jadi tidak hanya berbicara soal kesejahteraan guru atau gizi anak semata, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” katanya.
Norol juga menyoroti masih adanya tantangan pemerataan layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Ia meminta seluruh pihak memberi perhatian lebih terhadap pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan.
“Jangan ada kesenjangan antara kota dan desa. Mari kita sama-sama menuntaskan persoalan pendidikan di wilayah 3T. Kita harus mengangkat pendidikan dari bawah agar semua anak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Suyuti Syamsul meminta Plt Kepala Dinkes Kalteng melanjutkan kebijakan yang telah berjalan, termasuk mempertahankan capaian…
Satlantas Polresta Palangka Raya menggelar temu komunitas otomotif Kalimantan Tengah di Pos Bundaran Besar Palangka…
Seorang pemuda berumur 19 tahun berinisial EDL sukses diringkus oleh jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pahandut…
Pelayanan kelistrikan oleh PT PLN (Persero) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menuai sorotan tajam…
Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Seth Adji, tepatnya di dekat…
Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2024 senilai 20 miliar rupiah,…