Kondisi tersebut, menurutnya menjadi pekerjaan rumah bersama agar kualitas layanan pendidikan anak usia dini dapat terus meningkat.
Terlebih, pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara terpadu.
“Jadi tidak hanya berbicara soal kesejahteraan guru atau gizi anak semata, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,” katanya.
Norol juga menyoroti masih adanya tantangan pemerataan layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Ia meminta seluruh pihak memberi perhatian lebih terhadap pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pendidikan.
“Jangan ada kesenjangan antara kota dan desa. Mari kita sama-sama menuntaskan persoalan pendidikan di wilayah 3T. Kita harus mengangkat pendidikan dari bawah agar semua anak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.
Bebie mengajak seluruh elemen masyarakat Murung Raya memperkuat gotong royong dan berkontribusi dalam pembangunan daerah…
Kabut asap akibat karhutla makin pekat di Palangka Raya. Dinkes membagikan masker gratis dan menyiapkan…
Dina Maulidah mengajak generasi muda Murung Raya mengambil peran dalam pembangunan melalui pendidikan, kreativitas, dan…
Hasil reses DPRD Kota Palangka Raya dari tiga daerah pemilihan menjadi acuan penting bagi Pemko…
Yoga mengingatkan generasi muda Murung Raya untuk menjaga nasionalisme dan tidak melupakan sejarah perjuangan para…
Wabup Barsel Khristianto Yudha mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat akhlak, kepedulian, dan…