“Melalui program ini, kami berharap lahir bibit-bibit pramuwisata lokal yang andal dan mampu mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Lamandau,” tutur Wunge.
Ia menambahkan, kebutuhan akan pemandu wisata profesional di Lamandau terus meningkat seiring dengan semakin berkembangnya berbagai destinasi wisata daerah.
“Salah satu contoh nyata adalah Desa Wisata Riam Tinggi, yang selama ini menjadi ikon dan magnet kunjungan bagi wisatawan lokal maupun luar daerah,” jelasnya.
Untuk memberikan pembekalan yang maksimal, Dinas Pariwisata Lamandau menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Yomie Kamale dan Mahiyang.
Dalam paparannya, Yomie Kamale yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kalimantan Tengah, menekankan bahwa profesi pramuwisata bisa menjadi peluang usaha dan lapangan kerja yang sangat potensial bagi anak muda setelah lulus sekolah.
Menurut Yomie, tugas seorang pemandu wisata jauh lebih besar daripada sekadar mendampingi perjalanan wisatawan.
Lima tersangka kasus dugaan korupsi penjualan pasir zirkon PT KBM dilimpahkan ke jaksa. Kerugian negara…
Verifikasi calon Rektor UPR kini menjadi kewenangan Senat Universitas. Empat dari delapan bakal calon dipastikan…
Bagi pencinta dessert pandan dan kaya toast khas Singapura, Pandan Kaya Toast Cookies bisa menjadi…
Bagi pencinta mi instan, ada banyak cara untuk membuat semangkuk mi terasa lebih spesial. Salah…
Tim Nasional Australia sukses memetik kemenangan krusial dalam laga penyisihan Grup D Piala Dunia 2026 yang digelar…
Timnas Jepang berhasil mencuri satu poin penting setelah menahan imbang Belanda dengan skor 2-2 pada laga pembuka…