“Pemandu wisata adalah “wajah” daerah yang bertugas mengenalkan budaya, sejarah, dan kearifan lokal kepada dunia luar. Serta mempunyai Kemampuan komunikasi yang prima, penguasaan bahasa, serta wawasan mendalam mengenai destinasi wisata wajib dimiliki oleh seorang pramuwisata,” tuturnya.
Jalannya kegiatan berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak antusias melemparkan berbagai pertanyaan kritis. Mulai dari syarat legalitas menjadi pemandu profesional, proyeksi penghasilan, pentingnya penguasaan bahasa asing, hingga langkah awal memulainya sebagai pemula.
Menutup kegiatan, Yomie berharap edukasi dan pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan begitu, Lamandau tidak hanya siap secara destinasi, tetapi juga siap menyambut wisatawan dengan SDM berkualitas yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat. (bib)
Dugaan pungutan liar (pungli) yang menyasar pedagang Pasar Subuh di area Pasar Induk Nanga Bulik,…
Veda Ega Pratama menunjukkan penampilan positif di awal Grand Prix Inggris di Silverstone, Jumat (7/8).…
Kabar bahagia datang dari dunia bulu tangkis Indonesia. Pebulu tangkis nasional Leo Rolly Carnando dan…
Pesta Rakyat HUT ke-24 Lamandau dipadati ribuan warga dan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat.
Persebaya Surabaya memiliki dua kiper yang menjadi kekuatan penting tim setelah Reza Arya Pratama tampil…
Francisco Rivera bangga menjadi bagian dari sejarah Persebaya Surabaya setelah Green Force menjuarai Piala Presiden…