Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perlombaan dan pertunjukan seni, melainkan memiliki makna yang lebih luas.
“Festival budaya ini bukan sekadar ajang perlombaan dan pertunjukkan seni, tetapi merupakan sarana edukasi budaya, ruang kreativitas generasi muda, sekaligus wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Kabupaten Barito Utara kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Berbagai cabang lomba dan pertunjukan budaya yang akan dilombakan dalam festival ini merupakan cerminan kekayaan adat, tradisi, seni pertunjukan, olahraga tradisional, kerajinan, bahasa daerah, dan kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Keberhasilan dalam festival ini diharapkan dapat membawa prestasi sekaligus memperkuat persaudaraan di antara seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR., dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan ini dilaksanakan pada 24-28 Juni 2026. Festival ini menyajikan 14 cabang lomba yang diikuti oleh total 720 peserta dari 9 kecamatan se-Kabupaten Barito Utara.
“Lomba tersebut diikuti oleh 9 Kecamatan se-Barito Utara dan beberapa lomba juga ada yang dibuka untuk umum,” ujar Pariadi AR.
Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Seth Adji, tepatnya di dekat…
Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) 2024 senilai 20 miliar rupiah,…
Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dipastikan gagal finis (DNF) pada balapan Moto3 Belanda 2026…
Winger anyar asal Argentina, Mariano Peralta, terancam batal merapat ke Persija Jakarta di bursa transfer…
Hj Nurhidayah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kobar dalam Musda XI.
Teka-teki masa depan Rafly Ariyanto akhirnya terjawab. Penyerang sayap andalan Adhyaksa FC itu dipastikan tetap…