Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perlombaan dan pertunjukan seni, melainkan memiliki makna yang lebih luas.
“Festival budaya ini bukan sekadar ajang perlombaan dan pertunjukkan seni, tetapi merupakan sarana edukasi budaya, ruang kreativitas generasi muda, sekaligus wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Kabupaten Barito Utara kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Berbagai cabang lomba dan pertunjukan budaya yang akan dilombakan dalam festival ini merupakan cerminan kekayaan adat, tradisi, seni pertunjukan, olahraga tradisional, kerajinan, bahasa daerah, dan kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Keberhasilan dalam festival ini diharapkan dapat membawa prestasi sekaligus memperkuat persaudaraan di antara seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR., dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan ini dilaksanakan pada 24-28 Juni 2026. Festival ini menyajikan 14 cabang lomba yang diikuti oleh total 720 peserta dari 9 kecamatan se-Kabupaten Barito Utara.
“Lomba tersebut diikuti oleh 9 Kecamatan se-Barito Utara dan beberapa lomba juga ada yang dibuka untuk umum,” ujar Pariadi AR.
Sebanyak 41 polisi mengikuti lomba adzan di Polres Lamandau. Uniknya, juara pertama mendapat hadiah satu…
Pemko Palangka Raya memperkuat pencegahan karhutla dengan penyekatan kanal dan pemanfaatan sumur bor untuk menjaga…
25 karya masyarakat Kalteng dicatatkan gratis dalam program Hari Pengayoman ke-81.
Jalan dan drainase menjadi keluhan utama warga Palangka Raya dalam reses DPRD. Aspirasi tersebut akan…
CCTV kebakaran Gedung Kesra Kalteng diamankan aparat. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan Inafis dan…
Mukhtarudin dorong program pemerintah semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk dalam menyiapkan generasi…