Wabup Barsel selanjutnya mengingatkan bahwa transformasi digital, percepatan pelayanan publik, penguatan akuntabilitas, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan stunting hingga peningkatan kualitas investasi membutuhkan ASN yang mampu bekerja secara kolaboratif dan lintas sektor.
Para pejabat diminta menghilangkan ego sektoral dan membangun budaya kerja yang saling mendukung serta berorientasi pada penyelesaian masalah.
“Jadilah pemimpin yang hadir di tengah bawahan, mendengar, membimbing dan memberikan teladan melalui tindakan,” pesannya.
Seluruh pejabat dan ASN juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi. Perubahan dunia yang berlangsung cepat menuntut pemimpin birokrasi untuk terus belajar, beradaptasi, memanfaatkan teknologi dan terbuka terhadap perubahan.
Dirinya meminta seluruh pejabat menjalankan tugas dengan kejujuran, loyalitas kepada negara, profesionalisme serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“ Birokrasi Kabupaten Barito Selatan harus melayani, bukan dilayani, cepat, adaptif, bersih dan berorientasi pada hasil,” pungkasnya. (ena/kpg)
Psikologi menjelaskan bahwa memiliki karier mapan atau keluarga yang bahagia tidak selalu menjamin kebahagiaan batin…
Keuangan yang sehat sering kali dibentuk oleh kebiasaan menghindari pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
Sebanyak 65 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lamandau Tahun 2026, resmi dikukuhkan di…
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8), menyebabkan…
Acara perkenalan Kajati Kalteng sempat gelap akibat pemadaman listrik. Gubernur mengungkap adanya gangguan di sejumlah…
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengajak Forkopimda memperkuat sinergi bersama Kajati Hendrizal Husin.