Perawatan umumnya hanya berfokus pada pemeriksaan sistem kelistrikan, pendingin baterai, rem, ban, dan suspensi. Karena jumlah komponen bergerak lebih sedikit, risiko kerusakan mekanis juga cenderung lebih rendah.
Banyak pemilik mobil listrik tidak menyadari bahwa kampas rem biasanya lebih awet dibanding mobil konvensional.
Hal ini berkat teknologi regenerative braking yang membantu memperlambat kendaraan sambil mengubah energi pengereman menjadi listrik untuk mengisi baterai.
Karena beban kerja rem berkurang, umur pakai kampas rem bisa lebih panjang.
Salah satu tantangan mobil listrik saat ini adalah nilai jual kembali yang masih terus mencari bentuk. Pasar kendaraan listrik bekas di Indonesia masih relatif muda dibanding mobil berbahan bakar bensin.
Namun kondisi ini diperkirakan akan membaik seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik dan semakin banyaknya konsumen yang memahami teknologi baterai.
Persija Jakarta terus bergerak menyusun skuad untuk menghadapi Super League 2026-2027. Hingga kini, Macan Kemayoran…
Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Barito Utara menghadiri kegiatan Groundbreaking Ceremony pembangunan penataan kawasan kumuh…
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, memberikan apresiasi dan dukungan…
Suasana khidmat menyelimuti Arena Terbuka Tiara Batara, Muara Teweh, pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…
Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Rejikinoor, menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di…
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Memberikan pernyataan tegas usai adanya insiden meninggalnya seorang anggota kepolisian…