Pelaku usaha kecil juga kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan ketikaaktivitas masyarakat menurun.
Di Kotawaringin Timur, misalnya, Dinas Kesehatan mencatat 2.656 kasus ISPA sepanjangAgustus 2026, angka bulanan tertinggi selama tahun tersebut.
Dinas Kesehatan setempat mengaitkan peningkatan kasus dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Namun dampak yang paling mengkhawatirkan justru bukan yang terlihat hari ini.
Anak-anak adalah taruhan jangka panjang.
WHO mencatat bahwa anak-anak sangat rentanterhadap asap kebakaran karena paru-paru dan saluran pernapasan mereka masih berkembang.
Paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berdampak pada fungsi kognitif serta prestasi belajar.
Artinya, kabut asap bukan hanya menghasilkan biaya kesehatan hari ini.
Ia berpotensi menjadi biaya pembangunan manusia puluhan tahun ke depan.
Inilah yang sering luput dalam perhitungan ekonomi.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan…
Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan presiden (banpres) sebesar Rp 15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan…
Ketulusan dalam hubungan tidak selalu terlihat dari hadiah mahal, kejutan romantis, atau janji manis tentang…
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, memberikan arahan tegas mengenai kesiapan serta kesejahteraan para atlet yang…
Kemenangan Alda Callista Putri Setiawan di ajang Miss Indonesia 2026 menjadi momen bersejarah, khususnya bagi…
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan masih menyelimuti wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten…