Ketika pasar melihat adanya ketidakpastiankebijakan, tingginya ketergantungan terhadap impor, serta lemahnya basis industri nasional.
Maka risiko investasi meningkat dan nilai tukar menjadi lebih rentan terhadapguncangan eksternal.
Dalam kondisi seperti itu, pelemahanrupiah bukan hanya persoalan pasar valuta asing, melainkan cerminan dari tantangan struktural yang belum terselesaikan.
Salah satu persoalan mendasar adalah ketergantungan yang tinggi terhadap komoditas.
Selama dua dekade terakhir, Indonesia menikmati limpahan devisa dari ekspor batu bara, kelapa sawit, dan mineral.
Namun keberhasilan tersebut juga membuat perekonomian sangat bergantung pada sikluskomoditas global.
Ketika harga komoditas tinggi, devisa mengalir deras.
Sebaliknya, ketika harga melemah ataupermintaan global menurun, sumber devisa ikut menyusut dan tekanan terhadap rupiah meningkat.
Masalahnya bukan pada komoditas itu sendiri, melainkan pada belum kuatnya transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah tinggi.
Indonesia masih terlalu banyak mengeksporbahan mentah dan mengimpor barang modal maupun produkberteknologi tinggi.
Akibatnya, kebutuhan dolar tetap besarmeskipun ekspor meningkat.
DPRD Kota Palangka Raya menagih komitmen PT PLN (Persero) untuk segera memulihkan pasokan listrik di…
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 10 hektare lahan gambut di area persawahan Desa…
DPRD Kalteng memastikan gaji ASN dan PPPK tetap aman meski DBH dari pemerintah pusat belum…
Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa'i meminta pemerintah desa mengelola anggaran secara cermat dan akuntabel…
DPRD Kalteng mendesak investigasi menyeluruh atas dugaan keracunan penerima Program MBG di Seruyan. Jika terbukti…
Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat pembinaan seni musik gerejawi sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kerukunan…