Lanjutnya, meski pemerintah telah melonggarkan ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), kecilnya permintaan panel surya membuat ekosistem manufaktur lokal sulit tumbuh. Dengan mendorong permintaan panel surya yang lebih besar, termasuk dari Program 100 GW, akan menjadi insentif bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan investasi manufakturnya di Indonesia.
Terakhir, IEEFA mendorong pemerintah untuk memodernisasi jaringan transmisi nasional guna meningkatkan kapasitas, memperkuat keandalan sistem kelistrikan, dan mampu menopang pertumbuhan permintaan di masa depan.
Sistem transmisi yang kuat dapat mengurangi gangguan jaringan, memfasilitasi integrasi sumber energi skala kecil, dan membuat pengaturan pembangkitan energi yang fluktuatif –seperti energi surya– lebih efektif.
“Ketergantungan batu bara yang terus berlanjut membuat Indonesia rentan terhadap volatilitas harga bahan bakar, fluktuasi nilai tukar, beban fiskal, dan risiko rantai pasok –yang menekan baik stabilitas fiskal maupun daya saing ekonomi jangka panjang. Dengan memaksimal pengembangan energi terbarukan yang lebih tahan goncangan disrupsi eksternal, Indonesia dapat memperkuat keamanan energi, meningkatkan ketahanan ekonomi, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” pungkasnya. (jpg)
Page: 1 2
Lemak berlebih di bagian perut tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga berhubungan dengan kesehatan metabolisme.
Gunung Anak Krakatau erupsi berulang hingga 10 kali dalam kurun waktu Jumat (4/9) hingga Sabtu…
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat sistem pelaporan untuk mempercepat penyelamatan satwa liar yang terdampak kebakaran hutan…
Kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya mulai berdampak. Terhadap aktivitas warga di Ruang…
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengevaluasi kemungkinan penambahan SPBU yang beroperasi selama 24 jam…
Dampak musim kemarau di Kabupaten Balangan kini merambat pada krisis air bersih. Kesulitan pasokan air untuk kebutuhan harian tersebut mulai…