Supiat diketahui menjadi korban perekrutan kerja nonprosedural.
Awalnya ia dijanjikan bekerja sebagai pembersih kebun di Malaysia dengan gaji tinggi.
Namun, sindikat justru membawanya ke Kamboja dan memaksanya bekerja sebagai operator online scam.
Selama berada di sana, ia tidak pernah menerima gaji karena tidak mampu memenuhi target perusahaan Korban akhirnya berhasil diselamatkan setelah aparat keamanan Kamboja melakukan operasi terhadap perusahaan ilegal tempatnya bekerja.
Sejak saat itu, Supiat berada di bawah perlindungan KBRI Phnom Penh sembari menunggu proses repatriasi ke Indonesia.
Mukhtarudin berharap kasus yang dialami Supiat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ke luar negeri melalui jalur nonprosedural.
Ia mengimbau calon pekerja migran untuk selalu memverifikasi setiap lowongan kerja melalui jalur resmi Kementerian P2MI agar terhindar dari praktik TPPO dan penipuan berkedok pekerjaan.
Sementara itu, Supiat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan. Ia mengaku bersyukur karena KBRI Phnom Penh dan Kementerian P2MI mendampingi seluruh proses kepulangannya ke Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KBRI Phnom Penh dan Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang telah membantu, mendampingi, dan memfasilitasi seluruh proses kepulangan saya ke tanah air,” kata Supiat.(tim)
Page: 1 2
Disdik Palangka Raya memperpanjang pelaksanaan PJJ jenjang PAUD hingga SMP sampai 30 September 2026 akibat…
George Russell berhasil memenangkan Grand Prix Azerbaijan, Sabtu (26/9), dengan meyakinkan. Pembalap Mercedes itu meraih…
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menutup Singapore Open 2026 dengan gelar juara. Berstatus non-unggulan, pasangan Indonesia/Selandia Baru…
Indonesia memastikan tambahan empat medali dari cabang olahraga bulu tangkis Asian Games 2026. Kepastian itu…
Sate lilit merupakan salah satu hidangan yang identik dengan kuliner Bali. Berbeda dari sate pada…
Densus 88 Satgaswil Kalteng membagikan 2.500 masker kepada para pengguna jalan dan anak panti asuhan…