Categories: Nasional

Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, Seleksi dan Tes Kesehatan Dipertanyakan

PROKALTENG.CO-Belakangan latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mendapat sorotan. Sebabnya, 3 orang peserta meninggal dunia di tengah pelatihan.

Lantas bagaimana proses seleksi dan tes kesehatan bagi para peserta sebelum masuk barak untuk menjalani pelatihan selama satu bulan?

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa sebelum mengikuti latsarmil, para peserta telah melalui rangkaian tahapan seleksi.

Proses tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Termasuk diantaranya pemeriksaan kondisi kesehatan.

”Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata dia saat dikonfirmasi oleh awak media dikutip pada Kamis (25/6).

Tidak sampai di situ, saat dibawa ke satuan pendidikan (satdik) para peserta juga menjalani tes kesehatan. Meski tidak selengkap tes kesehatan oleh panitia seleksi nasional (panselnas), tes kesehatan tersebut tetap menentukan.

Para peserta ditanyai ihwal riwayat penyakit atau penyakit bawaan masing-masing.

”Untuk seleksinya dari pusat, dari BPSDM. Bukan dari kami, kami hanya menerima. Namun untuk backup kami supaya tidak ada hal yang tidak diinginkan, kami laksanakan cek terakhir lagi,” kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin.

Letkol Agus mengakui bahwa pihaknya sudah mendengar kabar duka dari 3 peserta yang meninggal dunia saat menjalani latsarmil.

Selain menyampaikan duka cita yang mendalam, pihaknya juga kembali mengecek kondisi kesehatan para peserta yang menjalani pendidikan di Brigif 1 Marinir Cilandak.

”Kami bersama pelatih sudah mendengar berita duka yang menimpa rekan kita yang di satdik lain. Sebagai penanganan dan pencegahan kami, yang pertama saat masuk, kami cek kesehatan mereka, tensi, dan kondisi fisik. Kemudian setelah kita rekap, data-data yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kami pisahkan sampai dengan tingkat Peleton dan Kompi,” terang dia.

Page: 1 2

Hendry Priyatmoko

Recent Posts

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Hadir untuk Melayani, Melindungi dan Memberdayakan Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan memperkuat layanan dan perlindungan pekerja melalui momentum Harpelnas 2026.

2 hours ago

Jejak Rudy Ariffin: Berangkat dari Bupati Banjar, 10 Tahun Pimpin Kalsel sebagai Gubernur

 H. Rudy Ariffin telah berpulang. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode itu meninggal dunia di RS Amanah Banjarmasin, Minggu…

12 hours ago

Akibat Abu Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta dan 7 Lainnya Ditutup Hingga Malam Ini

AirNav Indonesia resmi menutup sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan tujuh bandara…

13 hours ago

Pemkab Barito Utara Serahkan Pidato Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026 kepada DPRD

Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara resmi menyerahkan Pidato Pengantar Bupati beserta materi Rancangan Peraturan Daerah…

13 hours ago

Penanganan Karhutla Barito Utara: 182 Kejadian Ditangani Hingga Akhir Agustus

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, memaparkan kondisi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di…

13 hours ago

Semeru Erupsi, Masyarakat Diimbau Harus Waspada

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu (6/9)…

13 hours ago