Melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi, dan penguasaan bahasa, perguruan tinggi dapat menyiapkan calon Pekerja Migran sesuai kebutuhan negara tujuan. Sementara KP2MI berperan dalam mendukung pemetaan kebutuhan pasar kerja sekaligus membuka akses terhadap peluang kerja dan penempatan di luar negeri.
Dengan pola tersebut, alumni ITL Trisakti diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja di dalam negeri, tetapi memiliki opsi karier global dengan kompetensi yang terukur.
Kerja sama juga akan diarahkan pada penelitian, pengembangan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan ekosistem transportasi dan logistik yang responsif terhadap kebutuhan industri global.
Di bidang akademik, kolaborasi dapat diwujudkan melalui seminar, kuliah umum, magang, dan pengembangan jejaring yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri internasional.
Bagi mahasiswa, kerja sama tersebut membuka pilihan karier global sekaligus memberikan pemahaman mengenai prosedur migrasi aman. Edukasi ini menjadi bagian penting untuk mencegah mahasiswa dan calon Pekerja Migran terjebak dalam migrasi nonprosedural maupun tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Kami mohon bantuan dari sivitas akademika untuk menyampaikan informasi kepada publik tentang Gerakan Nasional Migran Aman. Ketika mahasiswa turun ke masyarakat melalui KKN atau kegiatan pengabdian, mereka juga bisa memberikan edukasi tentang bagaimana menjadi migran yang aman,” kata Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga membuka peluang keterlibatan langsung dalam kegiatan akademik di ITL Trisakti, termasuk melalui kuliah umum mengenai tugas dan ruang lingkup KP2MI serta peluang kerja global.
“Kapan-kapan kalau memang memungkinkan, saya juga bisa datang ke kampus untuk melakukan kuliah umum tentang kehadiran, tugas, dan ruang lingkup KP2MI, serta mendukung kesiapan SDM memasuki pasar kerja global,” cetus Menteri.
Bangun Ekosistem Penempatan Berkualitas
Mukhtarudin menegaskan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi pada akhirnya diarahkan untuk membangun ekosistem penempatan Pekerja Migran yang lebih terstruktur, mulai dari tahap pendidikan hingga penempatan dan pelindungan di negara tujuan.
Bagi pemerintah, keterhubungan dengan perguruan tinggi juga membantu pemetaan potensi SDM nasional sekaligus penyusunan kebijakan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Makna strategis kolaborasi ini adalah memperkuat sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menyiapkan SDM berdaya saing global serta mendorong migrasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.
Lamandau mencatat 176 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 313,96 hektare hingga 23 September…
Pemprov Kalteng memperkuat mitigasi karhutla melalui perluasan pembasahan lahan gambut, peningkatan patroli, penegakan hukum yang…
Kanwil Kemenkum Kalteng memperkuat komunikasi dengan insan media untuk memperluas penyebarluasan informasi publik.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengapresiasi pengungkapan 16,3 kg sabu oleh Polres Lamandau dengan memberikan…
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan pembentukan BNNK sangat mendesak guna menekan maraknya peredaran gelap…
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki babak baru. Pada hari ke-11 operasi SAR, tim penyelam Basarnas Special Group…