“Hal ini secara signifikan akan mempercepat proses penyerapan dan penempatan kerja ke luar negeri,” imbuh Menteri.
Pemetaan Peluang Kerja
Untuk mendukung strategi tersebut, KP2MI dan ITL Trisakti menjajaki kerja sama yang dapat dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) dan/atau Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Ruang lingkup kolaborasi antara lain pengembangan Migrant Center sebagai pusat informasi, edukasi, dan layanan mengenai peluang kerja luar negeri serta migrasi aman.
Kerja sama juga mencakup pendidikan, pelatihan, sertifikasi, peningkatan kompetensi, serta penyelarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja global.
“Kompetensi dikembangkan pada bidang transportasi dan logistik yang memiliki peluang penempatan, seperti pengemudi, logistik, supply chain, dan bidang terkait,” ujar Mukhtarudin.
KP2MI dan ITL Trisakti juga membuka peluang pertukaran data dan informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja luar negeri, peluang penempatan, persyaratan kerja, hingga informasi migrasi aman.
“Jadi, data kebutuhan pasar kerja itu penting agar pendidikan dan pelatihan di perguruan tinggi dapat terus disesuaikan dengan permintaan industri internasional” beber Mukhtarudin.
Dari Kampus ke Pasar Kerja Global
Mukhtarudin mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami perubahan pada Kamis, 24 September 2026.
Kepastian nasib ratusan ribu tenaga honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu…
Indonesia akan menjalani sejumlah pertandingan pada hari kelima Asian Games 2026, Kamis, dengan beberapa nomor…
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara berkolaborasi dengan tim penyusun, dari Kantor Wilayah…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1448 Hijriah di Rumah…
Kunjungan kerja (Kunker) Bupati Barito Utara (Batara), H Shalahuddin ST MT ke Desa Liju, Kecamatan…