
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Kamis (6/8). (Dokumentasi BPBD Probolinggo)
PROKALTENG.CO-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), setelah sebelumnya dilaporkan padam pada Senin (10/8).
Kali ini, titik api muncul dan membakar area pelataran Pusung Dhuwur, yang masuk dalam wilayah TNBTS, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (11/8).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Group, kebakaran api mulai dilaporkan sekitar pukul 05.00 WIB. Api cukup besar yang disertai asap tebal, membakar perbukitan sekitar lautan pasir, tepatnya sebelah barat Gunung Bromo.
Akibat kebakaran tersebut, akses menuju kawasan Bromo ditutup total. Kondisi ini juga berdampak kepada aksitivitas warga setempat. Salah satunya Sadi, warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan.
“Rencananya mau ke ladang, tetapi karena ada kebakaran (di kawasan Gunung Bromo), asap tebalnya nutupin jalan aspal, saya pilih aman dan gak jadi ke ladang,” ucap Sadi, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (11/8).
Hingga kini, penyebab munculnya titik api di area pelataran Pusung Dhuwur belum diketahui. Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi karhutla berada tidak jauh dari area yang sebelumnya terbakar, yakni Lembah Dingklik.
Tim gabungan masih berupaya memadamkan titik api yang dapat dijangkau. Sejumlah personel disiagakan di lokasi strategis untuk mencegah api merembet, sementara asap tebal menghambat akses jalan.
Sebelumnya, Karhutla di kawasan Gunung Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Titik awal kebakaran berada di Blok Bantengan yang masuk wilayah Ranu Pani, Lumajang.
Untuk mendukung upaya pemadaman, Balai Besar TNBTS mulanya menutup sementara tiga pintu masuk wisata Gunung Bromo, yakni Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang.
Penutupan berlaku sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB. Namun pada Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB, Balai Besar TNBTS memperluas penutupan menjadi seluruh pintu masuk di kawasan wisata Gunung Bromo.
Artinya, dua pintu masuk lainnya, yakni Cemorolawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan, juga ditutup. Penutupan wisata Gunung Bromo berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan. (jpg)
Pengawasan pemasaran susu formula menghadapi tantangan baru. Jika sebelumnya promosi produk dapat ditemui dalam bentuk sampel atau…
Ancaman krisis air bersih mulai membayangi warga Kabupaten Kotabaru. Minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat ketersediaan…
DI TENGAH perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang semakin cepat, cara masyarakat menggunakan bahasa juga…
Kabar baik bagi para penggemar Nintendo di Indonesia. Nintendo memastikan konsol Nintendo Switch dan generasi…
Ban merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Artinya, sebaik apa pun…
Rapat Senat UMPR menyepakati Muhamad Yusuf kembali diusulkan sebagai Rektor periode 2027–2031. Dukungan tersebut turut…