
Tangkapan layar kondisi Gunung Anak Krakatau dalam pantauan CCTV Lava93 milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. (Dok PVMBG)
PROKALTENG.CO-Gelombang tinggi dan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menghambat Tim SAR gabungan dalam mencari speedboat berisi delapan orang, termasuk lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
Kapal yang membawa rombongan wartawan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang saat bertolak untuk meliput aktivitas vulkanik Anak Krakatau pada Senin (7/9) siang.
Hingga operasi SAR hari pertama ditutup, keberadaan seluruh korban masih belum ditemukan. Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto menuturkan, tim pencari di lapangan menghadapi medan yang sangat berisiko.
Selain gelombang laut setinggi 0,5 hingga 2 meter serta angin kencang, guyuran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi hambatan utama.
“Kendala-kendalanya kami masih harus bersentuhan dengan abu vulkanik karena dampak erupsi juga masih terjadi. Arus laut juga menjadi kendala kami,” ujar Rizky kepada JawaPos.com, Selasa (8/9).
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat membuat armada kapal kesulitan menembus titik koordinat duga.
Basarnas akhirnya mengerahkan kapal berukuran lebih besar untuk melanjutkan operasi penyisiran.
“Untuk kapal kecil kami tadi terkendala oleh cuaca yang tidak bersahabat, sehingga kami mengerahkan kapal KN SAR Tetuka untuk melaksanakan pencarian di lokasi,” tambahnya.
100 Personel Sisir Titik Berdasar Share Location
Fokus pencarian saat ini diarahkan pada radius 3 nautical mile dari titik koordinat terakhir yang sempat dikirimkan oleh salah satu penumpang kepada keluarganya.
Sebanyak 100 personel tim SAR gabungan diterjunkan dalam operasi ini, melibatkan unsur Basarnas, Polairud, TNI, Balawista, hingga nelayan setempat.
Petugas juga menyisir dermaga-dermaga rakyat serta pulau-pulau kecil di sekitar Selat Sunda, termasuk Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang sementara ini masih membuahkan hasil nihil.
Identitas 8 Penumpang Kapal yang Hilang Kontak
Berdasarkan data resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, kapal nahas tersebut mengangkut delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis, satu pemandu wisata, serta dua kru speedboat.
Berikut daftar nama korban hilang dalam insiden tersebut:
– M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
– Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
– Yudhis (Jurnalis iNews)
– Daus (Jurnalis Anadolu)
– Donal (Jurnalis Freelance)
– Heriyanto (Pemandu/Guide, 49 tahun)
– Warta (Nakhoda/Kapten Kapal, 55 tahun)
– Surakman (Anak Buah Kapal/ABK, 60 tahun)
Hingga Selasa malam, KN SAR Tetuka 247 masih memantau lokasi duga hilangnya speedboat.
Operasi penyisiran skala besar secara komprehensif dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu pagi. (jpg)
Menhut Raja Juli segel lahan bekas karhutla 2.400 hektare di Kalbar dan sita alat berat…
Pemko Palangka Raya siapkan strategi 30 hari dan andalkan modifikasi cuaca seiring perpanjangan tanggap darurat…
Pemuda Kalteng desak ATR/BPN usut sawit tanpa HGU dan karhutla.
Sebuah rumah dua lantai di Tambak Wedi Baru Surabaya nyaris ludes dilalap api, Selasa (8/9)…
Kemenkum Kalteng dorong pelindungan karya melalui pencatatan Hak Cipta.
Naskah disusun berdasarkan narasi yang diberikan.