”Melalui melalui operasi khusus perebutan cepat dan SAR taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional,” kata dia dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media.
Operasi tersebut dilaksanakan oleh 10 orang prajurit dari Koops TNI Habema. Mereka bergerak dengan dukungan 2 unit Helikopter Caracal dan bergerak sangat cepat, terukur, dan terkoordinasi. Langkah-langkah taktis tersebut diambil karena medan berada di area pegunungan.
Selain evakuasi jenazah korban, Koop TNI Habema juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap terduga pelaku penembakan dan pembakaran pesawat dengan nomor registrasi PK-RCY tersebut. Namun fokus utama tetap pada evakuasi jenazah korban.
”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku,” imbuhnya.(jpg)
Page: 1 2
Timnas Indonesia U-20 berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-2027. Kepastian itu didapat setelah…
Pemerintah Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmen, menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menjamin…
Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik) Kalteng angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyebut adanya…
Maraknya konten-konten negatif yang menyerang di berbagai platform media sosial, baik sebagai Gubernur Kalteng maupun…
Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap Ujianto (70), warga Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito…
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada jadwal pergerakan pesawat di sejumlah wilayah