Komisi Amerika Serikat untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) dalam laporannya pada April menyebut ISIS-Mozambik telah menjalankan kampanye kekerasan berkepanjangan terhadap komunitas Kristen maupun Muslim sejak 2017.
Dalam dua tahun terakhir, kelompok itu disebut semakin sering menargetkan wilayah dengan populasi Kristen yang besar. Beberapa serangan yang tercatat antara lain pembakaran 18 gereja di Distrik Chiúre sepanjang 2024 serta pemenggalan enam warga Kristen di Distrik Ancuabe.
Keuskupan Pemba menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat meningkatnya serangan kelompok ekstremis.
USCIRF menyebut serangan berulang terhadap gereja dan paroki di Cabo Delgado telah membentuk pola penghancuran sistematis terhadap infrastruktur Katolik.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah komunitas umat terpaksa meninggalkan wilayah mereka dan mengungsi ke daerah yang lebih aman.(jpc)
Sejumlah SPPG di Kalteng sempat menghentikan layanan MBG akibat keterlambatan pencairan dana operasional, namun penghentian…
Sigit Widodo mendukung siaran gratis Piala Dunia 2026 melalui TVRI dan mengusulkan pemerintah daerah memfasilitasi…
Pemkab Lamandau menyiapkan penerapan e-parkir di RSUD Gusti Abdul Gani untuk meningkatkan PAD dan mencegah…
Pelatih tim nasional Indonesia U19, Nova Arianto mengatakan persiapan matang jelang pertandingan babak semifinal Piala AFF U19 2026 telah meningkatkan moral…
Di tengah persiapan menghadapi laga penting memghadapi Timnas Australia U-19, Timnas Indonesia U-19 mendapat tambahan…
Hensah resmi memimpin Kanwil Ditjenpas Kalteng, sementara I Putu Mardiana melanjutkan pengabdian ke Papua Barat.