
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)
PROKALTENG.CO-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tekanan politik yang semakin besar setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS menyetujui resolusi yang bertujuan membatasi keterlibatan militer Amerika dalam konflik dengan Iran. Keputusan ini menjadi teguran terbuka terhadap strategi perang Trump yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Resolusi kekuatan perang (war powers resolution) disahkan DPR AS pada Rabu lalu dengan perolehan suara 215 berbanding 208. Menariknya, empat anggota Partai Republik ikut bergabung dengan Demokrat untuk mendukung langkah tersebut, menandakan meningkatnya ketidakpuasan terhadap kebijakan Gedung Putih.
Meski resolusi tersebut belum otomatis menghentikan operasi militer AS terhadap Iran, hasil pemungutan suara menjadi sinyal kuat bahwa dukungan politik terhadap perang mulai terkikis, bahkan dari partai presiden sendiri.
“Cukup sudah” kata Gregory Meeks, anggota DPR dari New York yang juga merupakan petinggi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.
“Sudah saatnya presiden melakukan hal yang benar. Orang-orang lelah menderita karena perang pilihannya – menderita di pompa bensin, menderita di supermarket,” lanjut Meeks.
Perayaan HUT ke-16 GERDAYAK Indonesia menjadi momentum memperkuat persatuan, pelestarian budaya, dan kolaborasi pembangunan.
Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan M. Noryasin yang ditemukan tewas di kawasan kebun sawit Km…
Bank Kalteng mencatat kinerja positif hingga Mei 2026 dengan laba bersih mencapai Rp185,36 miliar atau…
Persija Jakarta mulai berburu bek tengah untuk musim 2026/2027. Nama Artur Kartashyan mulai dikaitkan dengan…
Borneo FC Samarinda dipastikan menghadapi persaingan ketat pada ASEAN Club Championship 2026/2027 setelah hasil undian…
Banyak orang berusaha mengurangi lemak perut dengan cara yang praktis dan tidak terlalu menguras tenaga.…