Dari penjelasan Imam an-Nawawi ini dapat dipahami bahwa puasa Tasu’a mengandung hikmah syariat yang sangat mendalam, yaitu menjaga identitas umat Islam, menyempurnakan ibadah, dan menghindari kekeliruan dalam penanggalan Hijriyah.
Demikian penjelasan terkait keutamaan dan hikmah dianjurkannya puasa sunnah Tasu’a. Yang jelas, melalui amalan ini, seorang muslim dapat menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mengawali tahun Hijriyah dengan amal saleh, serta memperkuat semangat ketaatan kepada Allah.
Marilah gunakan bulan Muharram ini sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan melalui berbagai ibadah, khususnya puasa sebagai bekal untuk meningkatkan ketakwaan di awal tahun Hijriyah. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.(*)
Karhutla menghanguskan sekitar 1 hektare lahan di belakang Pasar Induk Nanga Bulik. Polisi masih menyelidiki…
Dasu House of Grill di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya terbakar. Api diduga berasal dari…
Kasus penyelundupan senjata api (senpi) ke dalam lapas Kelas IIA Palangka Raya segera disidangkan, itu…
Debit Sungai Kahayan surut hingga memunculkan hamparan pasir di Pelabuhan Rambang. Fenomena ini menarik perhatian…
Pemko Palangka Raya menganggarkan sekitar Rp1,7 miliar melalui BTT untuk mendukung penanganan karhutla selama 29…
Mobil listrik dengan harga terjangkau kini semakin mudah ditemukan di pasar Indonesia. Bahkan, kamu tidak…