Dari penjelasan Imam an-Nawawi ini dapat dipahami bahwa puasa Tasu’a mengandung hikmah syariat yang sangat mendalam, yaitu menjaga identitas umat Islam, menyempurnakan ibadah, dan menghindari kekeliruan dalam penanggalan Hijriyah.
Demikian penjelasan terkait keutamaan dan hikmah dianjurkannya puasa sunnah Tasu’a. Yang jelas, melalui amalan ini, seorang muslim dapat menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, mengawali tahun Hijriyah dengan amal saleh, serta memperkuat semangat ketaatan kepada Allah.
Marilah gunakan bulan Muharram ini sebagai momentum untuk memperbanyak amal kebaikan melalui berbagai ibadah, khususnya puasa sebagai bekal untuk meningkatkan ketakwaan di awal tahun Hijriyah. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.(*)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan adanya aliran dana setoran dari Kantor Imigrasi Kelas…
Puluhan tokoh terkemuka Israel, mulai dari mantan perdana menteri, mantan kepala badan intelijen, hakim senior,…
Nahkoda baru Diskominfosantik Kalteng, Adiah Chandra Sari, memastikan program strategis tetap berlanjut dan penanganan wilayah…
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah mengeluarkan dana subsidi untuk…
Pasar ponsel pintar khusus gaming di Indonesia bersiap kedatangan penantang baru yang tangguh.
Agustiar Sabran melanjutkan reshuffle jilid III di Pemprov Kalteng dengan melantik delapan pejabat eselon II…