Meski demikian, defisit ini dapat ditutup sepenuhnya melalui Pembiayaan Netto daerah.
“Defisit ditutup dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp226,073 miliar yang sebagian besar bersumber dari penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dengan perincian tersebut, maka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan berada pada posisi nihil atau zero balance,” paparnya.
Menutup laporannya, Yetro memberikan catatan penting kepada pihak eksekutif agar segera memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran berjalan.
“Kami mendorong percepatan realisasi keuangan dan kemajuan fisik agar pelaksanaan belanja tidak terkonsentrasi di akhir tahun. Ini sangat penting agar APBD bisa lebih optimal memberikan dampak pada pergerakan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yetro. (her)
Page: 1 2
Bareskrim Polri menetapkan 72 orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan…
Pernikahan, komunikasi menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga kedekatan pasangan. Namun, ketika empati mulai…
Berinteraksi dengan orang lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, tidak semua…
Cinta yang bertahan lama tidak selalu hadir dalam bentuk kejutan romantis atau momen dramatis seperti…
Sempat hilang tiga hari setelah mencari ikan di Hutan Telaga Seberang, M. Teguh akhirnya ditemukan…
Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan turun langsung mengecek penanganan karhutla sekaligus menguji ATV untuk menjangkau titik…