Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan relawan.
“Harus dicari tahu dulu latar belakang kesehatannya seperti apa. Karena kondisi di lapangan memang cukup berat dan berisiko,” lanjutnya.
Meski demikian, dia menegaskan relawan yang sudah berusia lanjut tetap dapat berkontribusi dalam penanganan karhutla tanpa harus berada di garis depan pemadaman.
“Mungkin masih bisa sebagai trainer atau penanggung jawab lapangan. Tetapi untuk turun langsung melakukan aksi pemadaman, menurut saya cukup berat bagi kelompok usia rentan,” tambahnya.
Okki menilai peran relawan senior tetap penting karena pengalaman yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk membimbing anggota yang lebih muda serta membantu pengambilan keputusan di lapangan.
Dia pun mengajak seluruh relawan dan masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan diri selama musim karhutla berlangsung, termasuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi asap memburuk.
“Bukan hanya relawan, masyarakat umum juga harus aware. Kalau beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker dan perhatikan kondisi kesehatan masing-masing,” pungkasnya. (adr)
Page: 1 2
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di Kabupaten Kapuas belum mereda. Pemerintah Kabupaten…
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT kembali menunjukkan komitmen kuatnya terhadap kemajuan dunia pendidikan.…
FISIPADKOM UMPR menjajaki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan DPMPTSP Kota Palangka Raya untuk memperkuat pengabdian…
Jumlah penerima bantuan pangan di Kalteng bertambah 7 ribu orang menjadi total 214 ribu orang…
Warga Kalampangan menyukuri penyaluran bantuan KHBS dan paket sembako dari Pemprov Kalteng yang dinilai menjadi…
Lurah Kalampangan mengapresiasi bantuan KHBS dan paket pangan dari Gubernur Kalteng yang sangat membantu para…