Categories: DPRD Provinsi Kalteng

Anggaran 2027 Dipangkas, DPRD Kalteng Minta Program Kerakyatan Diselamatkan

“Misalnya untuk infrastruktur yang ada ketentuan alokasi minimal 40 persen, kita minta pemerintah konsisten memenuhi itu. Begitu juga sektor pendidikan yang ada ketentuannya, kita harus taat asas terlebih dahulu mengenai hal tersebut,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan, fokus pembahasan Banggar saat ini memang diarahkan pada pos-pos belanja yang bersifat mendesak dan wajib dipatuhi secara hukum.

Setelah pemenuhan alokasi wajib tersebut rampung, pembahasan akan dilanjutkan dengan penjabaran program kerja yang lebih spesifik.

“Jadi, saat ini kita baru menyisir hal-hal yang memang mendesak dan wajib secara ketentuan aturan mainnya. Baru setelah itu kita mulai masuk membahas hal-hal teknis lainnya,” pungkasnya. (rif/kpg)

Page: 1 2

M Hafidz

Recent Posts

Anak Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Usai Di-bully Teman

Seorang anak down syndrome asal Rungkut, Kota Surabaya berinisial Z, 10, meninggal dunia usai diduga…

16 hours ago

Perundungan Siswi SD Palangka Raya: Mediasi Berakhir Damai

Kasus perundungan siswi SD di Palangka Raya berakhir damai. Mediasi di Mapolresta berhasil mencapai kesepakatan…

16 hours ago

DPRD Palangka Raya Dorong Wadi Kalteng Jadi Produk UMKM

DPRD Palangka Raya mendorong wadi khas Kalteng menjadi produk unggulan UMKM melalui inovasi kemasan, branding,…

17 hours ago

Begini Cara Menanam Cabai di Polybag agar Tumbuh Subur dan Lebat

Memiliki tanaman cabai sendiri di rumah bisa menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan dapur sekaligus…

17 hours ago

Karhutla Kalteng: 210 Personel BKO Polri Diterjunkan ke Lokasi

Polda Kalteng tambah 210 personel BKO Polri untuk percepat pembasahan gambut guna menuntaskan kebakaran hutan…

17 hours ago

Karhutla Kalteng: Solidaritas Warga Menguat, Potensi Konflik Mengintai

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian masyarakat, tetapi juga…

17 hours ago