Khemal menilai langkah tersebut, sejalan dengan upaya mewujudkan Palangka Raya sebagai Kota Cantik yang tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan, tetapi juga tertata secara visual.
“Pada akhirnya kita ingin melihat Kota Palangka Raya sesuai dengan taglinenya sebagai Kota Cantik. Itu bisa diwujudkan dengan kabel-kabel yang tertib, sehingga kota lebih nyaman dipandang,” ucapnya.
Selain faktor keindahan, dia juga menyoroti pentingnya penertiban kabel dari aspek keselamatan masyarakat, terutama terhadap kabel yang sudah tidak digunakan atau berpotensi membahayakan.
“Kami minta kabel-kabel yang sudah tidak digunakan lagi supaya dirapikan dan dilepas saja. Jangan sampai ada kabel yang masih menempel tetapi sebenarnya sudah tidak berfungsi,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa keberadaan kabel yang tidak tertata berpotensi menimbulkan risiko apabila berkaitan dengan jaringan kelistrikan atau mengalami kerusakan.
Di tengah budaya yang sering memuji orang yang aktif bersosialisasi, menyukai waktu sendiri kadang dipandang…
Timnas Jerman mengirimkan pesan kepada para rivalnya di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Julian Nagelsmann…
Percaya diri sering dianggap sebagai bakat alami yang hanya dimiliki oleh sebagian orang. Padahal, psikologi…
Komisi XIII DPR RI memberikan dukungan penuh terkait rekomendasi naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker…
Komunitas Perupa Delta (Komperta) Sidoarjo menggelar pameran seni rupa lintas generasi bertajuk Long Street di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur,…
Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan sumpah PNS merupakan komitmen moral untuk mengabdi dengan…