Untuk anak remaja yang memiliki gangguan kecemasan, ia bisa merasa cemas yang berlebihan ketika berada di sekitar orang lain, takut akan penolakan, serta memilih menghindar dari tempat yang ramai.
Karena enggan beraktivias, anak yang punya gangguan mental akan mengalami masalah dalam proses belajar, sehingga prestasi di sekolahnya pun dapat menurun. Kondisi ini juga bisa membuat fungsi kognitifnya, seperti kemampuan berpikir, mengingat, atau memecahkan masalah menjadi lebih lemah dari biasanya.
Mungkin hal yang biasa melihat anak remaja suka begadang. Namun, jika waktu tidur anak berubah dengan esktrem, seperti susah tidur, terlalu banyak tidur, atau justru tidak bisa tidur sama sekali, bisa jadi psikisnya sedang terganggu. Anak yang mengalami gangguan mental biasanya juga akan mengeluh sering mimpi buruk atau tidur sambil berjalan.
Selain masalah pada tidur, remaja yang menderita gangguan mental juga kerap mengalami gangguan makan, seperti tidak nafsu makan hingga berat badannya menurun atau justru makan berlebihan (stress eating) yang membuatnya menjadi obesitas.
Anak remaja yang psikisnya bermasalah biasanya akan meluapkan emosi dengan melakukan hal yang buruk. Ini bisa berupa merokok berlebihan, minum minuman beralkohol, atau konsumsi obat-obatan terlarang.
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Palangka Raya resmi meneguhkan putusan Pengadilan Negeri setempat terkait vonis…
PW JKSN Kalimantan Tengah bersiap dilantik dengan Nuryakin dipercaya sebagai ketua, pelantikan dijadwalkan dihadiri KH…
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memastikan seluruh pelayanan di Puskesmas Menteng mulai berjalan normal setelah…
Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengajak seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan serta berperan…
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan udang vaname sebagai komoditas unggulan daerah yang diarahkan…
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai bahaya laten…